HUBUNGAN USIA MATERNAL, BERAT BADAN LAHIR DAN KEJANG BERULANG DENGAN RETARDASI MENTAL DI SLB/C - C1 NEGERI DENPASAR

Ni Putu Sri Haryati, 011112062 (2013) HUBUNGAN USIA MATERNAL, BERAT BADAN LAHIR DAN KEJANG BERULANG DENGAN RETARDASI MENTAL DI SLB/C - C1 NEGERI DENPASAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5. RINGKASAN.pdf

Download (169kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FK BID 180-14 Har h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (871kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Retardasi mental merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Penyebab dari retardasi mental dapat dibagi menjadi 5 faktor, yaitu faktor pranatal, perinatal, postnatal, kultural-familial dan deprivasi lingkungan. Masalah dari penelitan ini adalah jumlah penyandang cacat retardasi mental di Indonesia berdasarkan Susenas 2003 adalah 237.590 jiwa. Beberapa penelitian di luar negeri ditemukan adanya keterkaitan beberapa faktor resiko seperti usia maternal, berat badan lahir maupun kejang. Namun perbedaan tempat penelitian memngkinkan terjadinya perbedaan hasil. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara usia maternal, berat badan lahir dan kejang berulang dengan retardasi mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan populasi kasus adalah semua siswa Sekolah Dasar yang sedang mendapatkan pendidikan di SLB/C-C1 Negeri Denpasar dan populasi kontrol adalah semua saudara kandung dari populasi kasus. Teknik sampling sampel kasus adalah total sampling dan sampel kontrol menggunakan purposive sampling dengan perbandingan sampel kasus : sampel kontrol yaitu 1: 1, total sampel adalah 166 orang. Variabel independent yaitu usia maternal, berat badan lahir, kejang berulang dan variabel dependent yaitu retardasi mental. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan panduan wawancara dan data sekunder dari buku induk siswa. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil uji Chi-Square untuk variabel usia maternal yaitu p value 0,042 dengan nilai KK 0,170 dan OR 2,321. Pada variabel berat badan lahir yaitu p value 0,006 dengan nilai KK 0,220 dan OR 3,012. Pada variabel kejang berulang diperoleh p value 0,009 dengan nilai KK ,214 dan OR 3,810. Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan antara usia maternal, berat badan lahir dan kejang berulang dengan retardasi mental. Usia maternal <20 tahun atau > 35 tahun memiliki resiko 2,321 kali lebih besar akan melahirkan anak dengan retardasi mental daripada usia maternal 20 sampai 35 tahun. Berat badan lahir rendah atau <2500 gram meningkatkan resiko terjadinya retardasi mental 3,012 kali dibandingkan anak dengan berat badan lahir ≥2500 gram. Kejang berulang meningkatkan resiko terjadinya retardasi mental 3,810 kali dibandingkan anak yang tidak mengalami kejang berulang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK. BID 180 / 14 Har h
Uncontrolled Keywords: PERSALINAN
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG940-991 Maternal care. Prenatal care services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsEmail
Ni Putu Sri Haryati, 011112062UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorZahrah Hikmah, dr. , Sp.AUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 22 Apr 2014 12:00
Last Modified: 09 Sep 2016 10:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/18798
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item