STUDY KASUS DRY SOCKET PASCA-EKSTRAKSI GIGI DI RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR. RAMELAN DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. MOHAMMAD SOEWANDHIE SURABAYA Oktober 2011 - Oktober 2012 (Penelitian Analitik Observasional)

RESTIKA ANINDYA PINASTI, 020911047 (2013) STUDY KASUS DRY SOCKET PASCA-EKSTRAKSI GIGI DI RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR. RAMELAN DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. MOHAMMAD SOEWANDHIE SURABAYA Oktober 2011 - Oktober 2012 (Penelitian Analitik Observasional). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-pinastires-23965-6.ABSTRAK.pdf

Download (216kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-pinastires-23965-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Paska ekstraksi gigi terbentuk bekuan darah pada soket, dimana bekuan ini terbentuk oleh jaringan granulasi dan akhirnya terjadi pembentukan tulang secara perlahan, karena kualitas dan kuantitas bentukan bekuan darah maka mempengaruhi kelanjutan proses penyembuhan seperti reepitalisasi, angiogenesis, deposisi matriks, dan remodeling yang mendukung proses penyembuhan luka pada soket bekas pencabutan gigi. Kualitas dan kuantitas bekuan darah yang terbentuk pada soket bekas pencabutan dipengaruhi baik faktor lokal maupun sistemik, faktor sistemik seperti umur, nutrisi, kondisi hormonal dan faktor lokal seperti vaskularisasi, benda asing pada luka, mobilisasi luka, area perlukaan. Pada saat penggumpalan darah, soket yang seharusnya terisi oleh gumpalan darah, karena tidak terisi, kasus tersebut dinamakan dry-socket sehingga terjadi infeksi yang mengakibatkan matinya sebagian dinding alveolus. Tujuan: Untuk menganalisa penyebab terjadinya dry-socket pasca ekstraksi gigi dan membandingkan penatalaksanaannnya. Metode: Dengan cara mengumpulkan kartu status dan diagnosa klinis dry-socket kemudian dicatat dan dikelompokkan menurut lokasi gigi dalam rahang, umur penderita, jenis kelamin. Observasi langsung dengan meneliti penanganan di masing-masing Rumah Sakit, terapi yang dipilih, dan jangka waktu penyembuhan. Hasil: Prevalensi berdasarkan lokasi rahang di RSAL Dr. ramelan menunjukkan perhitungan signifikan ( P = 0,046), di RSUD Dr. Moh. Soewandhie tidak signifikan (P = 0,117). Prevalensi jenis kelamin di RSAL Dr. Ramelan perhitungan yang signifikan (P = 0,012), di RSUD Dr. Moh. Soewandhie tidak signifikan ( P = 0,12). Tingkat kesembuhan di RSAL Dr. Ramelan menunjukkan signifikan (P = 0,003) dan signifikansi yang sama pada RSUD Dr. Moh. Soewandhie (P = 0,001). Simpulan: Insiden terbanyak terjadinya dry-socket pada penelitian ini karena adanya benda asing yang masuk dari luar ke dalam tubuh melalui area perlukaan soket yang dapat menimbulkan rangsangan terjadinya inflamasi yang berlebihan dan menghambat proses kesembuhan jaringan setelah ekstraksi gigi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.123/13 Pin s
Uncontrolled Keywords: SMOKING; TEETH-EXTRACTION
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
RESTIKA ANINDYA PINASTI, 020911047UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Lukman Bahar, drg., M. Kes.UNSPECIFIED
ContributorBambang Surjanto, drg., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 17 Apr 2013 12:00
Last Modified: 25 Jul 2016 03:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19103
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item