PENGARUH PERENDAMAN CETAKAN ALGINAT DALAM INFUSA RIMPANG JAHE 15% TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROORGANISME RONGGA MULUT

Sinta Kurniawati, 020313274 (2009) PENGARUH PERENDAMAN CETAKAN ALGINAT DALAM INFUSA RIMPANG JAHE 15% TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROORGANISME RONGGA MULUT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-kurniawati-10536-kg07_09-k.pdf

Download (270kB) | Preview
[img] Text (Full Text)
gdlhub-gdl-s1-2010-kurniawati-10508-kg0709.pdf
Restricted to Registered users only

Download (802kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perendaman hasil cetakan alginat dengan menggunakan infusa rimpang jahe 15% karena pada penelitian sebelumnya, infusa rimpang jahe 15% terbukti dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans (Pratiwi, 2007). Sehingga dapat disimpulkan bahwa infusa rimpang jahe 15% dapat berfungsi sebagai antijamur. Dan dalam penelitian ini ingin dibuktikan, apakah infusa rimpang jahe 15% juga dapat berfungsi sebagai antibakteri. Cetakan alginat direndam dalam infusa rimpang jahe 15% selama 3, 5,dan 7 menit untuk mengetahui waktu yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme rongga mulut. Berdasarkan hasil penelitian laboratoris perendaman cetakan alginat dalam infusa rimpang jahe 15% terhadap pertumbuhan mikroorganisme rongga mulut, terdapat penurunan jumlah mikroorganisme dari yang direndam selama 3, 5, dan 7 menit (tabel 4). Dari uji statistik menggunakan one-way ANOVA (tabel 5) didapatkan hasil p = 0,000 dimana bila p < 0,05 maka berarti ada perbedaan yang bermakna. Kemudian dari analisa data dengan menggunakan uji one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD antara masing-masing kelompok, keseluruhan hasil yang didapatkan diketahui bahwa p < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa diantara masing-masing kelompok terdapat perbedaan yang bermakna. Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa semakin lama perendaman cetakan alginat dalam infusa rimpang jahe 15% jumlah rerata mikroorganisme rongga mulut semakin menurun. Hal ini dikarenakan cetakan alginat menyerap cairan perendamnya, selain itu desinfeksi cetakan alginat dengan metode perendaman memungkinkan seluruh permukaan cetakan alginat kontak dengan bahan perendamnya (Panza, 2005). Hasil ini sesuai dengan pendapat Lysse (2003) bahwa semakin lama kontak yang terjadi antara cetakan alginat dengan bahan desinfektan maka akan semakin turun jumlah rata-rata koloni mikroorganisme yang tumbuh. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan pendapat Iwan Ruhadi (1983) bahwa daya kerja antimikroba tergantung dari konsentrasi bahan dan waktu (lamanya) kontak dengan bakteri. Waktu kerja bahan adalah waktu yang dibutuhkan bahan dalam membunuh mikroorganisme, semakin lama waktu kerja bahan tersebut maka akan semakin efektif (Supardi dan Sukamto (1999) dan Moch Rachdie Pratama (2005) cit Mentari Sakti, 2006). Dalam penelitian ini infusa rimpang jahe 15% mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme rongga mulut. Hal ini disebabkan oleh karena dalam rimpang jahe terkandung minyak atsiri yang menurut Duke (1987) cit Eha Djulaeha (1999), minyak atsiri mempunyai sifat antiseptik, antioksidan dan mempunyai aktifitas terhadap beberapa bakteri dan jamur. Juga didukung oleh adanya kandungan gingerol dalam rimpang jahe yang memiliki efek analgesik, sedatif, antipiretik dan antibakteri secara in vitro maupun pada hewan coba (Kemper, 1999). Gingerol ini merupakan golongan fenol yang merupakan desinfektan yang paling umum digunakan di laboratorium (Meville and Russell, 1988). Fenol sebagai desinfektan yang paling umum digunakan dapat menghambat pertumbuhan kuman atau membunuhnya dengan berbagai cara, antara lain : - Bereaksi dengan sel protein dari bakteri sehingga terjadi denaturasi protein dan mengakibatkan koagulasi protein. Adanya koagulasi protein dari sel bakteri tersebut menyebabkan gangguan metabolisme bakteri. - Mengganggu sistem enzim dari sel bakteri sehingga terjadi gangguan fungsi fisiologis dan mengakibatkan terjadinya gangguan metabolisme. - Merubah permeabilitas dari sel membran dan menurunkan tegangan permukaan yang menyebabkan kenaikan dari permeabilitas sel membran sehingga air masuk dan mengakibatkan kematian dari bakteri (Iwan Ruhadi, 1983). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perendaman cetakan alginat dalam infusa rimpang jahe 15% selama 3, 5, dan 7 menit dapat menurunkan jumlah mikroorganisme rongga mulut dan semakin lama waktu perendaman, jumlah koloni mikroorganisme rongga mulut semakin berkurang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KG 07 / 09 Kur p
Uncontrolled Keywords: ALGINATES MOUTH WASHES ORAL HYGIENE
Subjects: Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
Q Science > QR Microbiology > QR1-502 Microbiology
R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
Sinta Kurniawati, 020313274UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUtari Kresnoadi, drg., MS., Sp.ProsUNSPECIFIED
ContributorWahjuni Widajati, drg., MS., Sp.ProsUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 08 Feb 2010 12:00
Last Modified: 23 Sep 2016 07:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19130
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item