DERAJAT KESESUAIAN ANTARA DIAGNOSA KLINIS DENGAN DIAGNOSA HISTOPATOLOGI PADA KASUS EPULIS (Penelitian Retrospektif Dengan Metode Survey Analitik)

EGA LUCIDA CHANDRA KUMALA, 020413436 (2009) DERAJAT KESESUAIAN ANTARA DIAGNOSA KLINIS DENGAN DIAGNOSA HISTOPATOLOGI PADA KASUS EPULIS (Penelitian Retrospektif Dengan Metode Survey Analitik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-kumalaegal-10747-kg18_0-k.pdf

Download (280kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-kumalaegal-10517-kg1809.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dari hasil penelitian yang telah disampaikan pada bab hasil penelitian dan analisa data, dapat disimpulkan : Dari 56 pasien dengan diagnosa epulis, yang disertai pemeriksaan HPA sebanyak 35 pasien, 12 pasien (34,28%) tidak sesuai antara diagnosa klinis dengan diagnosa HPA. Kasus-kasus yang terbanyak tidak sesuai HPAnya adalah epulis fibromatosa, yaitu dari 9 pasien (25,71%), 6 pasien didiagnosa HPA sebagai epulis granulomatosa dan 3 pasien disalah intepretasikan dengan myxoma, undifferentiated carcinoma, dan ossifying fibroma. Pada penelitian ini didapatkan pula 2 pasien (5,71%) granuloma pyogenik yang didiagnosa HPA sebagai epulis granulomatosa dan epulis fibromatosa, sedangkan 1 pasien (2,86%) epulis fissuratum didiagnosa HPA sebagai epulis granulomatosa. Ketidaksesuaian antara klinis dan HPA disebabkan gambaran klinis yang banyak menyerupai, hanya beberapa kasus yang berbeda gambaran klinisnya yaitu epulis granulomatosa sehingga ketidaksesuaiannya sangat kecil. Ketiadaksesuaian antara klinis dan HPA juga dapat disebabkan karena tehnik pengambilan spesimen yang kurang tepat, penggunaan anestesi lokal yang kurang tepat, dan tehnik fiksasi spesimen yang kurang tepat. Selain itu juga karena pemeriksaan laboratorium dapat terjadi eror sehingga dapat menyebabkan perbedaan diagnosa antara klinis dengan HPA. Selain itu, ketidaksesuaian antara diagnosa klinis dengan diagnosa HPA juga dapat disebabkan karena kemampuan serta persepsi operator dan ahli patologi anatomi dalam melakukan diagnosa kasus epulis

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG 18/09 Kum d
Uncontrolled Keywords: ORAL HYGIENE; BIOPSY
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
EGA LUCIDA CHANDRA KUMALA, 020413436UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorR. Soesanto, drg., Sp.BM(K)UNSPECIFIED
ContributorBambang Surjanto, drg., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 12 Feb 2010 12:00
Last Modified: 23 Sep 2016 07:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19139
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item