KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI PADA ANAK USIA 12-14 TAHUN, SUKU JAWA DI SURABAYA BERDASARKAN INDEX ORTHODONTIC TREATMENT NEED

EDITH EKAPUTRI, 021211132050 (2016) KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI PADA ANAK USIA 12-14 TAHUN, SUKU JAWA DI SURABAYA BERDASARKAN INDEX ORTHODONTIC TREATMENT NEED. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2016-ekaputried-40098-4.abst-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB) | Request a copy
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT(14).pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi di Indonesia yang memiliki prevalensi tinggi. Suku jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia. Maloklusi dapat menjadi hambatan bagi kesehatan fisik maupun psikologis pasien. Maloklusi berbanding lurus dengan tingkat kebutuhan perawatan pasien. Dengan mengetahui tingkat kebutuhan perawatan pada suku jawa khususnya di Jawa Timur maka selanjutnya dapat dilakukan tindakan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan gigi mulut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tingkat kebutuhan perawatan dengan menggunakan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) dan hubungan AC-DHC pada IOTN Metode: Penelitian ini dilakukan dengan 88 anak dari SMPN 43 Kecamatan Bubutan Surabaya yang berumur antara 12-14 tahun, Suku Jawa, molar pertama sudah erupsi, tidak pernah mendapat perawatan ortodonti, dan mendapatkan ijin dari orang tua. Subjek yang sesuai kriteria kemudian dicetak untuk mendapatkan model studi dan selanjutnya di analisis menggunakan IOTN. Hasil: Pada analisis DHC, maloklusi terbanyak yang ditemukan adalah perpindahan titik kontak pada gigi dengan skor 4d dan 3d. Tingkat kebutuhan perawatan berdasarkan DHC adalah sangat membutuhkan perawatan (50%). Berdasarkan pengukuran AC tidak langsung didapati skor terbanyak adalah skor 6 dan 7, dengan demikian didapatkan tingkat kebutuhan perawatan pada AC adalah perawatan borderline/ sedang (42.04%). Terdapat hubungan AC-DHC dengan koefisien korelasi sebesar 0,750 dan p:0.000 (>α:0.05). Kesimpulan: Tingkat kebutuhan perawatan ortodonsi pada siswa SMPN 43 Kecamatan Bubutan Surabaya yang berusia 12-14 tahun dengan menggunakan IOTN adalah cukup tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.102/16 Eka k
Uncontrolled Keywords: Malocclusion, IOTN, treatment needs
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Dental Public Health
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
EDITH EKAPUTRI, 021211132050UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorACHMAD SJAFEI, , drg., MS., Sp. Ort (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 09 Feb 2016 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 17:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19318
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item