HUBUNGAN JARAK GIGIT DAN TUMPANG GIGIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI PADA SUKU JAWA UMUR 9-12 TAHUN: Penelitian Deskriptif Analitik secara Cross-Sectional

STEFANUS FERRY SETIAWAN, 021111039 (2014) HUBUNGAN JARAK GIGIT DAN TUMPANG GIGIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI PADA SUKU JAWA UMUR 9-12 TAHUN: Penelitian Deskriptif Analitik secara Cross-Sectional. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (257kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia.Maloklusi memiliki prevalensi kirakira 80% persen dan menempati peringkat ketiga prevalensi terbesar dalam masalah kesehatan gigi dan mulut dibelakang karies dan penyakit periodontal. Maloklusi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti karena patologis atau hanya sebuah kelainan dari oklusi normal atau bisa saja akibat variasi dari pertumbuhan dan perkembangan. Jarak gigit dan tumpang gigit adalah kemungkinan yang dapat mempengaruhi terjadinya maloklusi. Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana pengaruh jarak gigit dan tumpang gigit terhadap maloklusi. Tujuan: Tuuan dari penelitian ini adalah untuk mencari korelasi antara jarak gigit, tumpang gigit, dan tingkat keparahan maloklusi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan bantuan dari 60 anak dari SDN Kalisari 2 dan SDN Kalijudan 2 Surabaya yang berumur antara 9-12 tahun, Suku Jawa, molar pertama sudah erupsi, tidak pernah mendapat perawatan ortodonti, dan mendapatkan ijin dari orang tua.Subjek kemudian diperiksa secara klinis untuk memeriksa relasi molar, kemudian anak yang mendapatkan ijin dicetak untuk mendapatkan model studi dan kemudian dianalisa relasi molar,tingkat keparahan maloklusi, dan korelasi antara jarak gigit, tumpang gigit, dan keparahan maloklusi menggunakan indeks PAR. Hasil: Jarak gigit memiliki korelasi dengan keparahan maloklusi dengan signifikansi (p=0,000) dan tumpang gigit memiliki korelasi dengan keparahan maloklusi dengan signifikansi (p=0,003). Kesimpulan: Jarak gigit dan tumpang gigit memiliki korelasi dengan tingkat keparahan maloklusi yaitu semakin besar skor jarak gigit dan tumpang gigit, semakin besar tingkat keparahan maloklusi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 90/15 Set h
Uncontrolled Keywords: MALOCCLUSION; LATE MIXED DENTITION
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
STEFANUS FERRY SETIAWAN, 021111039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorI G. A. Wahju Ardani, Dr. , drg., Mkes.,Sp. OrtUNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 03:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19438
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item