SENSITIVITAS, SPESIFISITAS, DAN AKURASI PENGUKURAN MANDIBULAR CORTICAL INDEX PADA RADIOGRAFI PANORAMIK WANITA POST-MENOPAUSE

MELISA AZALIA, 021011124 (2013) SENSITIVITAS, SPESIFISITAS, DAN AKURASI PENGUKURAN MANDIBULAR CORTICAL INDEX PADA RADIOGRAFI PANORAMIK WANITA POST-MENOPAUSE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-azaliameli-29480-5.abstr-k.pdf

Download (326kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-azaliameli-29480-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Radiografi panoramik mempunyai peranan penting dalam memberikan tanda-tanda sugestif penyakit sistemik. Penurunan ketebalan korteks mandibula merupakan salah satu tanda penyakit osteoporosis yang terlihat pada radiografi panoramik. Populasi yang beresiko menderita osteoporosis adalah wanita post-menopause. Saat ini DXA masih menjadi gold standar dalam deteksi osteoporosis karena efektivitas DXA sangat tinggi. Mandibular Cortical Index (MCI) telah dikembangkan untuk menilai osteoporosis di daerah kortikal mandibula menggunakan radiografi panoramik. Tujuan : Menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi pengukuran MCI pada gambaran radiografi panoramik wanita postmenopause yang menderita osteoporosis dan tidak menderita osteoporosis. Metode : Dalam penelitian ini, dilakukan penilaian MCI pada radiografi panoramik dari 18 wanita post-menopause yang menderita osteoporosis dan 18 wanita post-menopause yang tidak menderita osteoporosis. Subyek dipilih dengan kriteria wanita berusia di atas 50 tahun, telah didiagnosa oleh dokter menggunakan DXA, dan memiliki oral hygiene yang baik. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa kategori C2 (erosi korteks ringan sampai sedang) lebih banyak ditemukan dibandingkan kategori C1 (korteks normal) dan C3 (erosi korteks parah) pada wanita post-menopause yang menderita osteoporosis. Kategori C1 (korteks normal) lebih banyak ditemukan pada wanita post-menopause yang tidak menderita osteoporosis. Pengukuran MCI menghasilkan sensitivitas 11,11%, spesifisitas 72,22%, dan akurasi 41,67%. Tidak ada perbedaan signifikan antar pengamat dalam menilai sensitivitas, spesifisitas dan akurasi MCI. Kesimpulan : MCI tidak efektif sebagai alat screening dalam mendeteksi osteoporosis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 33/14 Aza s
Uncontrolled Keywords: postmenopausal women
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
MELISA AZALIA, 021011124UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEha Renwi Astuti,drg., Dr. ,drg.,M.Kes,SpRKG (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 17 Jan 2014 12:00
Last Modified: 20 Sep 2016 07:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19488
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item