PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJEMEN DAN POLA PENDANAAN SERTA RISIKO TERHADAP PRICE EARNING RATIO DAN ECONOMIC VALUE ADDED INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

Luh Gede Sri Artini, 090014173 D (2006) PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJEMEN DAN POLA PENDANAAN SERTA RISIKO TERHADAP PRICE EARNING RATIO DAN ECONOMIC VALUE ADDED INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2008-artiniluhg-6905-dise03-p.pdf

Download (246kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-artiniluhg-6905-dise03-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan situasi perekonomian global saat ini belum mampu mencapai pertumbuhan yang terjadi pada saat sebelum terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Imbas dari situasi perekonomi global sangat dirasakan oleh negara-negara Asia termasuk di dalamnya Indonesia yang sampai saat ini belum menampakan gejala pemulihan kinerja ekonominya. Belum pulihnya situasi perekonomian Indonesia menyebabkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia tidak dapat lagi hanya mengandalkan dana internnya sebagai sumber pembiayaan operasi perusahaan. Kebutuhan dana yang cukup besar menyebabkan perusahaan memilih pasar modal sebagai tempat untuk memperoleh dana melalui emisi saham atau obligasi Emisi saham perusahaan adalah keputusan keuangan yang menyangkut keputusan pendanaan perusahaan. Konsekuensi emisi saham di pasar modal adalah terjadinya pemisahan antara kepemilikan dengan manajemen sebagai pengelola perusahaan. Pemisahan ini akan menimbulkan konflik kepentingan antara pemegang saham sebagai pemilik dan manajer sebagai pengelola perusahaan yang disebut Agency Conflict dan juga akan menyebabkan Asymmetric Information antara manajer dan pemegang saham yang ada di luar perusahaan (outsider) karena manajer memiliki informasi yang paling lengkap mengenai perusahaan yang dikelolanya dibandingkan dengan pemegang saham. Adanya Agency Conflict dan Asymmetric Information akan menyebabkan tidak tercapainya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Salah satu cara untuk mengurangi kedua masalah ini adalah dengan memberikan kepemilikan kepada manajemen perusahaan agar manajemen dan pemegang saham memiliki tujuan yang sama yaitu maksimalisasi nilai perusahaan. Penelitian tentang Struktur Kepemilikan sebagai mekanisme Good Corporate Governance untuk mengurangi Agency Conflict dan Asymmetric Information telah banyak dilakukan namun hanya menghubungkan mekanisme corporate governance dengan suatu faktor tertentu saja. Penelitian ini berbeda karena menguji secara simultan hubungan kepemilikan manajemen terhadap keputusan pendanaan dan kemudian melihat pengaruhnya pada risiko dan kesejahteraan pemegang saham. Nilai tambah penelitian ini adalah berusaha melihat dengan lebih komprehensif keterkaitan beberapa variabel yang selama ini dilihat sepotong-sepotong serta dalam penelitian ini juga disajikan suatu model teoritis yang diuji secara empiris yaitu Good Corporate Governance, Pecking Order Theory, Agency Conflict dan Asymmetric Information. Untuk melakukan pengujian terhadap model teoritis yang dikembangkan maka didapat 5 variabel yang diperoleh dari tinjauan teoritis diantaranya yaitu Kepemilikan Manajemen yang diukur dengan persentase kepemilikan manajemen, Penelitian ini bersifat korelasional eksplanatori menggunakan data pooling tahun 2000 sampai dengan 2004 dari perusahaan-perusahaan Manufaktur yang go Public di Bursa Efek Jakarta. Metode yang digunakan untuk menganalisis data penelitian adalah Path Analisis yang dibantu dengan AMOS 4, SPSS 10 dan Excel sebagai pengolah data. Hasil dari Path Analysis pada measurement model menunjukan bahwa model dapat diterima walaupun dengan keterbatasan karena CFI menunjukan besaran 0,553 yaitu lebih kecil dari tingkat penerimaan sebesar lebih besar atau sama dengan 0,94 dan hasil Uji Kausalitas berdasarkan Regression Weight didapat berdasarkan nilai CR dan tingkat signifikansi diketahui bahwa Kepemilikan manajemen berpengaruh Signifikan terhadap Risiko, PER dan EVA dan Pola pendanaan berpengaruh signifikan terhadap PER sedangkan pengaruh Kepemilikan manajemen terhadap Pola Pendanaan tidak Signifikan dan pengaruh Pola pendanaan tidak Signifikan terhadap Risiko dan EVA.Pengaruh Risiko tidak signifikan baik terhadap PER maupun EVA. Tidak adanya pengaruh yang signifikan kepemilikan manajemen terhadap Pola pendanaan yang membuktikan terjadinya pengendalian oleh pihak tertentu dari deskripsi data kepemilikan manajemen maka diketahui pemegang saham mayoritas adalah institusi sehingga mekanisme corporate governance yang terjadi adalah mekanisme terkonsentrasi pada institusi dan dari deskripsi data pola pendanaan diketahui bahwa keputusan pendanaan perusahaan berpedoman pada Pecking Order Theorv. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemilikan manajemen terhadap Risiko menunjukan bahwa kepemilikan manajemen yang semakin besar memunculkan kekuatan yang lebih besar dalam hak suara mereka dan manajemen berpeluang melakukan tindakan yang berorientasi pada kepentingan pribadinya sehingga menyebabkan peningkatan risiko sistematis saham. Tidak terdapat pengaruh signifikan Pola Pendanaan terhadap Risiko karena penggunaan dana intern yang tidak semestinya oleh manajer akan meningkatkan risiko namun industri manufaktur di BEJ yang menggunakan dana intern lebih besar dari dana ekstern hanya sekitar 60% yang menyebabkan pengaruh ini menjadi tidak signifikan. Terdapat pengaruh negatif dan signifikan Pola Pendanaan terhadap PER yang dapat diartikan bahwa penggunaan hutang sebagai sumber dana eksternal memberikan sinyal positif bagi investor karena dapat membatasi free cash flow yang tersedia bagi manajer untuk melakukan tindakan yang tidak semestinya. Sinyal positif ini akan meningkatkan permintaan saham dan bila penawaran saham tetap maka harga saham akan meningkat sehingga PER akan meningkat. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pola pendanaan terhadap EVA meunjukan penggunaan dana intern akan menyebabkan peningkatan EVA namun adanya 27% perusahaan yang mengalami kerugian dan 49 % perusahaan menggunakan dana ekstern yang lebih besar dari dana ekstern menyebabkan pengaruh ini tidak signifikan. Tidak terdapat pengaruh signifikan Risiko terhadap EVA menunjukkan bahwa EVA dipengaruhi oleh hasil operasi perusahaan dan penentuan sumber dana perusahaan dan bukan oleh risiko saham perusahaan. Terdapat pengaruh signifikan kepemilikan manajemen terhadap PER yang membuktikan bahwa kepemilikan manajemen memberikan sinyal positif bagi investor karena bila manajemen mau memiliki saham perusahaan berarti manajemen memiliki harapan yang baik terhadap prospek perusahaan. Tidak terdapat pengaruh signifikan risiko terhadap PER menunjukan bahwa keputusan kepemilikan sumber dana dengan biaya terendah menyebabkan risiko perusahaan juga akan rendah sehingga pengaruh risiko terhadap PER menjadi tidak signifikan. Adanya pengaruh yang signifikan kepemilikan manajemen terhadap EVA menunjukan mekanisme corporate governance yang terkonsentrasi pada institusi efektif dalam penciptaan nilai perusahaan. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah adanya konflik antara pemegang saham mayoritas dengan pemegang saham minoritas, untuk melindungi pemegang saham minoritas sebaiknya pemerintah memperkuat posisi komisaris independen dan komite audit yang ada dalam perusahaan dan bagi perusahaan adanya pengaruh positif kepemilikan manajemen terhadap kinerja keuangan menunjukan sebaiknya perusahaan tetap mempertahankan kepemilikan manajemen dalam perusahaan karena dapat mengurangi masalah informasi asimetris dalam perusahaan. Adapun saran yang dapat diberikan adalah bagi penelitian lebih lanjut khususnya tentang struktur kepemilikan perlu dipertimbangkan untuk mencari data ke perusahaan-perusahaan pemilik perusahaan manufaktur yang go publik di BEJ dengan lebih mendalam. Bagi pemerintah khususnya Bapepam agar mnembuat aturan yang dapat memperkuat posisi komisaris independen dan komite audit yang ada dalam perusahaan agar pemegang saham minoritas dapat terlindungi kepetingannya sehingga good corporate governance dapat tercapai. Bagi industri manufaktur yang go publik di BEJ sebaiknya tetap mempertahankan adanya kepemilikan manajemen karena dapat mengurangi informasi asimetris dalam perusahaan sehingga good corporate governance dapat dicapai.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 03/08 Art p
Uncontrolled Keywords: RATIO ANALYSIS; FINANCIAL STATEMENTS
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Luh Gede Sri Artini, 090014173 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSRI MAEMUNAH SOEHARTO, Prof. Dr. Hj., SE.UNSPECIFIED
ContributorSANTIKA, Prof. Dr. IBM., SE.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 12 May 2008 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 01:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/195
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item