PEMBERIAN INFUSA PEGAGAN (Centella asiatica I urban) TERHADAP PROLIFERASI SEL FIBROBLAST PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA : Eksperimental Laboratoris Pada Tikus Putih Strain Wistar

NOVI RATNA KUSUMAWATI, 020313256 (2007) PEMBERIAN INFUSA PEGAGAN (Centella asiatica I urban) TERHADAP PROLIFERASI SEL FIBROBLAST PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA : Eksperimental Laboratoris Pada Tikus Putih Strain Wistar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-kusumawati-5136-kg7907-t.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-kusumawati-5136-kg7907.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian infusa pegagan dapat meningkatkan proliferasi sel fibroblast pada proses penyembuhan luka. Fibroblast berperan besar pada penyembuhan luka karena kemampuannya dalam memproduksi substansi dasar pembentuk serat kolagen (serat yang mempertautkan tepi luka). Pegagan diketahui mengandung suatu zat saponin (triterpenoid glycoside), dimana zat terpenting di dalamnya berupa asiaticoside diketahui dapat mempercepat penyembuhan luka dengan jalan meningkatkan kandungan hidroksiprolin dan mukopolisakarida, meningkatkan sintesa kolagen, angiogenesis, epitelisasi dan meningkatkan sintesa matriks ekstra seluler. Asiaticoside dapat juga meningkatkan produksi antioksidan baik dari golongan enzimatik maupun non enzimatik. Sebanyak 28 ekor tikus putih jantan strain wistar digunakan sebagai sampel, dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan (diberi infusa 5%, 10% dan 20%) masing-masing sebanyak 7 ekor tiap kelompok. Semua hewan coba di anestesi terlebih dahulu secara inhalasi dengan menggunakan ether untuk kemudian dibuat luka sayatan sepanjang t 1 cm sedalam f 1 mm pada mukosa bagian bukal sebelah kiri. Penetesan infusa (perlakuan) dan air (kontrol) dilakukan tiap 3x sehari sebanyak 0,6 ml / hari selama 4 hari. Hari ke 5 hewan coba di dekapitasi menggunakan ether kemudian dilakukan biopsi. Hasil biopsi untuk selanjutnya dibuat sediaan HPA dan dihitung jumlah proliferasi sel fibroblastnya. Hasil analisa data menunjukkan nilai rerata dan standart deviasi dari masing-masing kelompok yaitu, kelompok kontrol 74,285 ± 26,63, kelompok infusa 5% 178,285 ± 48,99, infusa 10% 181,714 ± 39,19 dan infusa 20% 308,75 ± 45,83. Dari hasil tersebut terlihat adanya peningkatan jumlah proliferasi sel fibroblast. Uji one way ANOVA menunjukkkan nilai F hitung sebesar 38,197 dengan nilai signifikansi 0,00 yang menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok. Uji LSD yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan bermakna proliferasi sel fibroblast pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dimana masing-masing kelompok perlakuan juga menunjukkan adanya perbedaan bermakna kecuali pada kelompok infusa 5% dengan infusa 10%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.79/07 Kus p
Uncontrolled Keywords: Centella asiatica l urban, wound healing, fibroblast cell proliferation.
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
NOVI RATNA KUSUMAWATI, 020313256UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWisnu Setyari J, drg., M.KesUNSPECIFIED
ContributorHendrik S B, drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 25 Aug 2007 12:00
Last Modified: 29 Sep 2016 15:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19698
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item