ANALISIS PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PANTAI TERHADAP PENEBANGAN KAYU BAKAU DI KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA

RAMLI, 099712416 D (2002) ANALISIS PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PANTAI TERHADAP PENEBANGAN KAYU BAKAU DI KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-ramli-3479-dise07-3.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-ramli-3479-dise07-3.pdf

Download (11MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Faktor sosial ekonomi masyarakat pantai merupakan sebab yang mengarah pada suatu keputusan ekonomi maupun non ekonomi, untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umum, kadang-kadang tindakan perorangan atau kelompok atas kegiatan produksi dan komsumsi yang secara tidak sadar dapat menimbulkan eksternalitas bagi orang lain. Penelitian ini mencoba mengkaji faktor sosial ekonomi masyarakat pantai yang melakukan penebangan kayu bakau di Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini untuk : 1. mengetahui keadaan sosial ekonomi masyarakat pantai penebangan kayu bakau. 2. Mengkaji pengaruh faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat umur, pengeluaran rumah tangga, hari kerja per bulan, harga kayu bakar, status ekonomi dan pengetahuan lingkungan hidup terhadap penebang kayu bakau. 3. Mengkaji faktor sosial ekonomi, tingkat umur, hari kerja per bulan, harga kayu bakau, status ekonomi, pengetahuan lingkungan hidup, rasio pendapatan terhadap pengeluaran rumah tangga dan penebang kayu bakau terhadap pendapatan hasil kayu bakau. 4. mengkaji perilaku status ekonomi penebang kayu bakau yang miskin dan tidak miskin terhadap penebang kayu bakau. 5. Mengkaji perilaku pengetahuan lingkungan hidup penebang kayu bakau yang tinggi dan yang rendah terhadap penebang kayu bakau. 6. Mengetahui pandangan penebang kayu bakau terhadap keberadaan sumberdaya alam hutan bakau di kabupaten Langkat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan variasi pengembangan ilmu pengetahuan terutama bidang ilmu ekonomi lingkungan sumberdaya alam dan ekonomi serta sebagai bahan masukan bagi pengambilan keputusan dalam mengelola hutan bakau di kabupaten Langkat. Penelitian ini sifatnya penelitian pengamatan terhadap penebang kayu bakau di Kabupaten Langkat, dengan menggunakan rumus N tidak diketahui, besar sampel 385 orang. Penentuan sampel dengan teknik non random sampling dan cara snow ball sampling, pengumpulan data dilakukan wawancara Iangsung kepada responden yang berpedoman kepada kuesioner yang telah dipersiapkan. Metoda analisis yang digunakan, Mann Whitney U, Regresi Linier berganda dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan : Keadaan sosial ekonomi masyarakat pantai dilihat dari aspek pendapatan sebelum melakukan penebangan kayu bakau rata — rata Rp 245.384,42 per bulan, rata — rata pengeluaran per bulan Rp 302.500. jumlah tanggungan keluarga rata — rata 3,55 orang. Tingkat pendidikan SD 64,90%, SMP 20,80% dan SMA 4,70% dan tidak pernah sekolah 9,6%. Tempat tinggal berstatus milik sendiri 75,60%, sewa 4,90%, warisan 5,2%, lainnya 0,80% dan rata — rata pendapatan dari hasil penebangan kayu bakau Rp 677.170,13. Faktor sosial ekonomi : tingkat pendidikan, tingkat umur, pengeluaran rumah tangga, hari kerja per bulan, harga kayu bakau, status ekonomi, pengetahuan lingkungan hidup dan pendapatan hasil kayu bakau secara bersama berpengaruh terhadap penebangan kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Secara parsial faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan status ekonomi tidak berpengaruh secara nyata terhadap penebang kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Sedangkan faktor sosial ekonomi, tingkat umur, pengeluaran rumah tangga, hari kerja per bulan, harga kayu bakau, pengetahuan lingkungan hidup dan pendapatan hasil kayu bakau berpengaruh secara nyata terhadap penebang kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Pengaruh faktor sosial ekonomi yang negatif adalah faktor tingkat umur dan harga kayu bakau dan yang bersifat positif adalah faktor tingkat pendidikan, pengeluaran rumah tangga, hari kerja per bulan, status ekonomi, pengetahuan lingkungan dan pendapatan hasil kayu bakau. Faktor sosial ekonomi, tingkat umur, hari kerja per bulan, status ekonomi, pengetahuan lingkungan hidup, rasio pendapatan terhadap pengeluaran rumah tangga penebang kayu bakau dan harga kayu bakau secara bersama berpengaruh secara nyata terhadap tingkat pendapatan hasil kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Secara parsial faktor sosial ekonomi, tingkat umur dan hari kerja per bulan tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan hasil kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Pengaruh faktor sosial ekonomi yang negatif adalah faktor tingkat umur, status ekonomi, pengetahuan lingkungan hidup dan pengaruh yang bersifat positif adalah faktor hari kerja per bulan, rasio pendapatan terhadap pengeluaran rumah tangga penebang kayu bakau dan harga kayu bakau. Tidak ada perbedaan yang nyata status ekonomi penebang kayu bakau yang miskin dan tidak miskin terhadap tindakan penebangan kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Ada perbedaan yang nyata penebang kayu bakau yang berpengetahuan lingkungan hidup yang tinggi dan berpengetahuan lingkungan hidup yang rendah terhadap tindakan penebangan kayu bakau pada tingkat kepercayaan 95%. Menurut pandangan responden terhadap pemulihan kerusakan hutan bakau diperlukan tindakan penanaman kembali, distop penebangan kayu bakau, distop pertambakkan, dan adanya sistem pengelolaan hutan bakau yang berkelanjutan. Tentang penyerahan hak pengelolaan hutan bakau, maka responden berpendapat agar diserahkan kepada usaha koperasi, perusahaan terbatas, usaha bersama dan diserahkan kepada badan usaha milik daera h. Menurut pandangan responden kendala yang dihadapi dalam pengelolaan hutan bakau adalah masalah peraturan, modal, pencurian,pengawasan, kemampuan sumberdaya manusia dan bantuan pemerintah yang terbatas. Menurut pendapat responden dengan adanya pengalihan fungsi lahan hutan bakau dan persawahan ke usaha pertambakan akan menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif yang sudah dirasakan responden adalah terjadinya kerusakan hutan bakau, banjir pada pasang tertentu, jumlah ikan yang ditangkap berkurang, lahan penebangan semakin sempit, resapan air laut ke darat, jenis ikan yang ditangkap berkurang, dan jarangnya nelayan menemukan jenis ikan tertentu seperti ikan bawal, kakap, gerapu, kepiting batu, udang, kakap merah, kertang, talang, senangin, belanak dan sembilang .

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 07/03 Ram a
Uncontrolled Keywords: MANGROVE PLANTS ; HUMAN BEHAVIOR
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1106-1171 Interpersonal relations. Social behavior
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
RAMLI, 099712416 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBACHTIAR HASSAN MIRAZA, Prof. SE.UNSPECIFIED
ContributorIMAM SYAKIR, Prof. Dr., SE.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 12 Jan 2007 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 01:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/197
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item