PERUBAHAN SEL EPITHEL RONGGA MULUT PADA PEROKOK SECARA SITOLOGI (Penelitian Pendahuluan) CHANGES IN CELL ORAL CIVITY EPITHELIAL IN SMOKERS By CYTOLOGY (Research Introduction)

FRANSISCA SHANCTI ROSARI, 020610119 (2010) PERUBAHAN SEL EPITHEL RONGGA MULUT PADA PEROKOK SECARA SITOLOGI (Penelitian Pendahuluan) CHANGES IN CELL ORAL CIVITY EPITHELIAL IN SMOKERS By CYTOLOGY (Research Introduction). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2011-rosarifran-14859-kg1471-k.pdf

Download (332kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-rosarifran-12411-kg1471-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (976kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang Indonesia adalah negara berkembang dengan populasi yang sebagian besar memiliki kebiasaan merokok. 85 hingga 90% rokok di Indonesia adalah rokok Kretek. Kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan iritasi rokok produk merokok terus-menerus, dari pembakaran tembakau menyebabkan penebalan mukosa mulut pada jaringan. Kelainan rongga keganasan mulut dimulai dengan perubahan displastic epitel mukosa. Di mukosa displastik mengalami 30% memiliki keganasan. Perubahan rongga mulut displastic epitel mukosa dapat dideteksi dengan cepat dengan metode pemeriksaan sitologi. Tujuan Untuk menentukan perubahan epitel mukosa mulut pada perokok melalui pemeriksaan sitologi. Metode swabing pipi mukosa mata pelajaran dengan menggunakan spatula kayu sebanyak tiga kali swabing di bagian yang sama dengan tekanan sedang. Sampel dioleskan pada objek gelas, maka saham yang termasuk dalam solusi fiksasi (solusi saya) selama ± 3 detik dan kering. sampel dimasukkan dalam larutan Eosin (solusi II) selama ± 30 detik dan dicuci dengan air. smple termasuk dalam solusi Metylene Biru (solusi III) selama ± 25 detik dan dicuci dengan air. Persiapan dikeringkan menggunakan pengering rambut dan ditutup dengan kaca penutup menggunakan entelan. Hasil persiapan diamati menggunakan mikroskop. Hasil analisis data menggunakan uji t-test independent ketika data menunjukkan normalitas distribusi normal. Langkah awal sebelum melakukan uji t-test independent yaitu menentukan nilai rata-rata. Kemudian tes homogenitas dengan uji Uji Levene, hasilnya tidak homogen maka uji t-test dengan menggunakan varians non-sama diasumsikan. uji beda menggunakan uji t signifikansi untuk mengatakan ada perbedaan ketika p <0,05. Hasil uji beda menunjukkan 0,000 signifikansi p <0,05, dapat dikatakan ada difference.Conclusion signifikan Ada perubahan pada sel-sel epitel mukosa pada perokok dengan pipi sitologi karena ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah sel-sel yang mengalami perubahan antara kelompok terkena perokok sebagai kelompok dengan kelompok non-perokok sebagai kelompok kontrol.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG 147 / 11 Ros p
Uncontrolled Keywords: SMOKING; CYTOLOGY
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH573-671 Cytology
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FRANSISCA SHANCTI ROSARI, 020610119UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang Sumaryono, drg., MkesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 18 Feb 2011 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 19:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/19878
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item