PERGESERAN FUNGSI "GARA-GARA" DALAM SENI PERTUNJUKAN WAYANG PURWA MASYARAKAT JAWA: SEBUAH KAJIAN RESEPTIF

Trisna Kumala Satya Dewi, Dra., MS. and Eddy Sugiri, Drs., M.Hum and Purwantini, Dra., M.Hum (2004) PERGESERAN FUNGSI "GARA-GARA" DALAM SENI PERTUNJUKAN WAYANG PURWA MASYARAKAT JAWA: SEBUAH KAJIAN RESEPTIF. [Experiment] (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2006-dewitrisna-422-lp_86_06.pdf

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2006-dewitrisna-422-lp_86_06.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Judul penelitian ini adalah "Pergeseran Fungsi `Gara-Gara' dalam Seni Pertunjukan Wayang Purwa Masyarakat Jawa: Sebuah Kajian Reseptif. Lokasi penelitian ini adalah pusat-pusat kebudayaan Jawa, yaitu meliputi daerah Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan gara-gara dalam seni pertunjukan wayang purwa, mengungkapkan pergeseran fungsi gara-gara dalam seni pertunjukan wayang purwa dan mengungkapkan resepsi masyarakat Jawa terhadap gara-gara dalam seni pertunjukan wayang purwa. Data penelitian ini berupa khasanah teks wayang purwa, khususnya bagian gara-gara. Data penelitian ini diperoleh dari sumber data, yaitu orang-orang yang telah ditetapkan sebagai sampel. Data penelitian ini dikumpulkan dengan studi pustaka (library research), observasi dan perekaman data dari penutur asli (dalang) pada pertunjukan wayang purwa dan perekaman dari kaset. Jika perlu dilengkapi wawancara dengan informan. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Di samping itu, juga digunakan analisis estetika resepsi, yaitu menitikberatkan pada perhatian pembaca karya sastra pada jalinan segitiga yaitu pengarang, karya sastra, dan masyarakat pembaca. Dalam hal ini dalang, teks gara-gara dan reaksi penonton (pendengar) wayang purwa). Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, dokumentasi dan deskripsi gara-gara dalam seni pertunjukan wayang purwa dalam beberapa lakon dan dalang. Kedua, fungsi ritual pementasan wayang purwa telah bergeser dari seni ritual ke seni kemas, pop, spektakuler, dan semacamnya. Ketiga, pembaca (masyarakat Jawa) mempunyai kekuatan penting yang berperan sebagai pembentuk sejarah seni pertunjukan wayang purwa, terutama bagian gara-gara.

Item Type: Experiment
Additional Information: LP 86/06 Dew p
Uncontrolled Keywords: WAYANG ; FICTION
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Trisna Kumala Satya Dewi, Dra., MS.UNSPECIFIED
Eddy Sugiri, Drs., M.HumUNSPECIFIED
Purwantini, Dra., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 08 Feb 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 17:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/203
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item