IDENTIFIKASI GROWTH DIFFERENTIATION FACTOR-9 (GDF-9) PADA OOSIT SAPI YANG DIMATURASI SECARA IN VITRO DENGAN METODE ELEKTROFORESIS

ZAENAL MUSTAKIM, 060413350 (2008) IDENTIFIKASI GROWTH DIFFERENTIATION FACTOR-9 (GDF-9) PADA OOSIT SAPI YANG DIMATURASI SECARA IN VITRO DENGAN METODE ELEKTROFORESIS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-mustakimza-10739-abstrak-9.pdf

Download (436kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-mustakimza-10349-kh28-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (695kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Untuk mendapatkan oosit dengan kualitas optimum yang dimaturasi secara in vitro banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah growth factor. Growth factor merupakan faktor lokal yang berperan dalam peningkatan proliferasi dan diferensiasi sel granulosa, meningkatkan tranportasi asam amino membran sel dan pengikatan asam-asam amino sehingga membentuk protein. GDF-9 merupakan growth factor yang bersifat parankrin dan disekresi oleh oosit. Growth Differentiation Factor 9 (GDF-9) merupakan anggota super famili dari TGFβ diekspresikan hanya dalam oosit dan disintesis sepanjang pertumbuhan folikel. Growth Differentiation Factor 9 mereduksi produksi cAMP yang distimulasi FSH, dan berperan pada proses maturasi oosit yang sangat menentukan kualitas dan daya hidup embrio yang dihasilkannya (Vitt et al., 2002). Growth Differentiation Factor 9 berfungsi sebagai ligand spesifik bagi reseptor tipe I dan II TGFβ dan berinnteraksi dengan reseptor serine kinase spesifik yang ada disel granulosa. Kekurangan GDF-9 akan menyebabkan perkembangan folikel terhenti, serta berkurangnya kemampuan pembelahan meiosis pada oosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi protein GDF-9 yang diisolasi dari oosit yang dimaturasi secara in vitro dan diharapkan dapat memproduksi oosit dengan kualitas optimum untuk kepentingan dalam bidang embrio transfer. Penelitian ini dilakukan di laboratoriun In Vitro Fertilitation (IVF) Fakultas Kedokteran Hewan Unifersitas Airlangga dan laboratorium biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Uneversitas Brawijaya. Ovarium sapi diperoleh dari RPH dicuci dengan NaCl fisiologis, kemudian dilakukan aspirasi pada folikel dominan, koleksi oosit, dan dimaturasi selama 22 jam. Identifikasi protein GDF-9 dilakukan dengan proses SDS-PAGE. Gel yang telah dielektroforesis kemudian diwarnai dengan Commasie Blue R-250 dan dilakukan penghitungan berat molekul dengan satuan kDa. Hasil didapatkan beberapa pita protein yaitu protein dengan molekul relatif 177 kDa, 137 kDa, 100 kDa, 73 kDa, 51 kDa, 41 kDa, 38 kDa, 27 kDa, 20 kDa. Dari beberapa protein diatas, protein dengan BM 51 kDa diidentifikasi sebagai protein GDF-9 yang berperan selama proses maturasi in vitro. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulam bahwa dengan mengetahui berat molekul GDF-9 diharapkan adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan immunobloting untuk mengetahui protein yang spesifik agar dapat meningkatkan kualitas oosit yang dimaturasi secara in vitro.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 KH 28 / 09 Zae i
Uncontrolled Keywords: oosit sapi; elektroforesis
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
ZAENAL MUSTAKIM, 060413350UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWidjiati, Dr.,M.Si.,drhUNSPECIFIED
ContributorLianny Nangoi, MS.,drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 21 Oct 2009 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 01:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20318
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item