PERBANDINGAN DMSO (Dimethylsulfoxide) DAN GLISEROL PADA PENGENCER SEMEN BEKU TERHADAP PERSENTASE MOTILITAS DAN HIDUP SPERMATOZOA SAPI LIMOUSIN POST THAWING

WAHHIDATUN KHASANAH, 060630289 (2011) PERBANDINGAN DMSO (Dimethylsulfoxide) DAN GLISEROL PADA PENGENCER SEMEN BEKU TERHADAP PERSENTASE MOTILITAS DAN HIDUP SPERMATOZOA SAPI LIMOUSIN POST THAWING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2011-khasanahwa-14891-kh28-10-k.pdf

Download (334kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-khasanahwa-12433-kh28-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perbandingan DMSO(Dimethylsulfoxide) dan gliserol pada pengencer Semen Beku Sapi Limousin terhadap Persentase Motilitas dan Hidup Spermatozoa Post Thawing dengan Benyamin Chr Tehupuring , M.Si., Drh selaku pembimbing I dan Hj. Adriana Monica Sahidu, M.Kes., Ir. selaku dosen pembinbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan krioprotektan DMSO dan krioprotektan gliserol pada pengencer semen beku sapi Limousin terhadap persentase motilitas spermatozoa dan spermatozoa yang hidup post thawing. Penelitian ini menggunakan semen segar sapi Limousin berumur 2 tahun. Semen ditampung dengan menggunakan vagina buatan dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis untuk mengetahui semen layak diproses sebagai semen beku. Pengenceran semen dengan menambahkan diluter susu skim dan kuning telur. Pada proses pengenceran semen dibagi dua larutan yang terdiri larutan A dan larutan B. Larutan A berisi semen dan diluter, sedangkan larutan B terdiri dua perlakuan. P0 sebagai kontrol berisi krioprotektan gliserol, glukosa dan diluter sedangkan P1 sebagai perlakuan berisi krioprotektan DMSO, glukosa dan diluter. Selanjutnya dilakukan proses pembekuan yang meliputi gliserolisasi, equilibrasi, filling&sealing, prefreezing dan freezing, kemudian dilakukan pemeriksaan persentase motilitas spermatozoa dan persentase spermatozoa yang hidup post thawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase motilitas dan hidup spermatozoa post thawing antara krioprotektan gliserol dan krioprotektan DMSO tidak terdapat berbedaan yang sangat nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan tentang ketahanan hidup semen beku dengan menggunakan krioprotektan DMSO karena semen beku yang menggunakan krioprotektan gliserol mempunyai ketahanan hidup selama 10 pada suhu kamar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 28/10 Kha p
Uncontrolled Keywords: cryoprotectant, DMSO, glycerol, spermatozoa
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
WAHHIDATUN KHASANAH, 060630289UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBenjamin Chr. Tehupuring, M.Si.,DrhUNSPECIFIED
ContributorAdriana Monica S, Hj.,M.Kes.,IrUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 18 Feb 2011 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 21:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20344
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item