DIAGNOSA KEBUNTINGAN PADA KAMBING MENGGUNAKAN ANTIBODI POLIKLONAL ANTI-EARLY PREGNANCY FACTOR SAPI

Alvi Aquariyanti, 060413323 (2008) DIAGNOSA KEBUNTINGAN PADA KAMBING MENGGUNAKAN ANTIBODI POLIKLONAL ANTI-EARLY PREGNANCY FACTOR SAPI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-aquariyant-15767-kh31-10-t.pdf

Download (321kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-aquariyant-13133-kh31-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan populasi ternak ruminansia seperti sapi, kambing dan domba di Indonesia belum cukup berarti bahkan cenderung mengalami penurunan menjadi latar belakang masalah penelititan ini. Upaya yang dilakukan agar target reproduktivitas tinggi dapat tercapai dengan melakukan perbaikan pengelolaan reproduksi yang meliputi deteksi birahi, perkawinan dan diagnosa kebuntingan yang tepat. Xie et al. (1996) mendeteksi Early Pregnancy Factor (EPF) dalam sirkulasi maternal pada minggu ketiga kebuntingan. Konsentrasi EPF dilaporkan mencapai optimal sebelum proses kelahiran. Protein spesifik tersebut bisa terdeteksi pada serum darah maternal saat sel-sel binukleat tropoblast plasenta fetus mulai bermigrasi dan berfusi dengan sel-sel endometrium membentuk feto-maternal syncytium (Karen et al., 2003). Cara yang digunakan untuk mendeteksi EPF dalam darah dalam penelitian ini menggunakan metode ELISA direct dengan mereaksikan antara serum darah kambing yang diduga bunting dengan antibodi poliklonal anti-Early Pregnancy Factor yang berasal dari kotiledon sapi yang kemudian dibaca nilai absorbansinya dengan panjang gelombang 405 nm dari ELISA reader. Optical Density dari EPF yaitu nilai absorbansinya dikonversikan dengan kurva standard EPF sehingga dapat diketahui rumus regresi liniernya. Berdasarkan rumus tersebut maka dapat diketahui nilai titer protein EPF. Sampel yang digunakan adalah serum darah dari 30 ekor kambing yang diduga bunting. Sampel kemudian diuji dengan antibodi poliklonal anti-EPF menggunakan metode ELISA direct. Hasil pengujian dibandingkan dengan gold standard yaitu palpasi abominal. Hasil penelitian menunjukkan adanya protein EPF dalam serum darah kambing pada minggu ke-3 setelah Inseminasi Buatan, yang direaksikan dengan antibodi poliklonal anti-EPF yang berasal dari kotiledon sapi dengan metode ELISA direct menunjukkan 18 ekor kambing yang diduga bunting, positif bunting, yang ditunjukkan dengan nilai absorban di atas nilai rata-rata kontrol negatif dan setelah dibandingkan dengan palpasi abdominal menunjukkan hasil true positive atau benar-benar bunting hanya 17 ekor kambing dengan false positive sebanyak satu ekor kambing. Sedangkan 12 ekor kambing lainnya tidak menunjukkan adanya perubahan warna sehingga nilai absorbannya tidak dapat terbaca dan setelah dibandingkan dengan palpasi abdominal menunjukkan hasil true negative atau benar-benar tidak bunting adalah 11 ekor kambing dengan false negative satu ekor kambing. Sehingga didapatkan bahwa protein spesifik Early Pregnancy Factor (EPF) yang berasal dari kotiledon sapi mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mendiagnosa kebuntingan pada kambing, yaitu masing-masing 94,44% dan 91,67%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa protein spesifik Early Pregnancy Factor (EPF) yang berasal dari kotiledon sapi dapat digunakan untuk mendiagnosa kebuntingan kambing umur 21 hari. Saran yang diberikan yaitu peternak kambing dapat menggunakan tes ini sehingga dapat mengukur tingkat reproduktivitasnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KH 31/10 Aqu d
Uncontrolled Keywords: Pregnancy Factor, Pregnancy diagnosing, Goat, Bovine, ELISA direct
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle
S Agriculture > SF Animal culture > SF380-388 Goats
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Alvi Aquariyanti, 060413323UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHerman Setyono, MS.,drhUNSPECIFIED
ContributorIndah Norma Triana, M.Si.,drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 07 Mar 2011 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 07:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20349
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item