Deteksi Kadar Imunoglobulin Mencit dalam Berbagai Dosis Infeksi Buatan Cacing Toxocara canis

ERIK JASMIKO, 060413330 (2008) Deteksi Kadar Imunoglobulin Mencit dalam Berbagai Dosis Infeksi Buatan Cacing Toxocara canis. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-jasmikoeri-15783-kh37-10-k.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-jasmikoeri-13166-kh37-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (757kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis infeksi L2 T. canis terhadap kadar Imunoglobulin pada serum mencit yang ditunjukkan melalui nilai Optical Density (OD) dari hasil pembacaan ELISA reader dan menentukan dosis infeksi L2 T. canis yang mampu menampilkan nilai Optical Density (OD) tertinggi pada serum mencit. Tujuan tersebut diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai kit diagnostik penyakit infeksi cacing T. canis. Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan (Mus musculus) berumur 8 minggu sebanyak 24 ekor yang dibagi dalam 4 perlakuan, yaitu P0 (perlakuan kontrol) dosis infeksi L2 T. canis 0 butir/gr BB, P1 dosis infeksi L2 T. cati 17 butir/gr BB, P2 dosis infeksi L2 T. canis 34 butir/gr BB, dan P3 dosis infeksi L2 T. canis 2500 butir/gr BB. Cacing T. canis yang diinfeksikan berupa telur L2 T. canis yang diperoleh dari inkubasi telur cacing T. canis yang berasal dari cacing dewasa. Telur L2 T. canis diinfeksikan per oral pada mencit sesuai dosis pada masing-masing perlakuan. Setelah hari ke-14 post infeksi, diambil sampel serum darah tiap-tiap mencit pada masing-masing perlakuan yang nantinya digunakan sebagai antibodi pada uji indirect ELISA. Antigen yang digunakan pada uji indirect ELISA berasal dari excretory-secretory (ES) L2J T. canis hasil inkubasi L2J T. canis. Hasil dari uji indirect ELISA dibaca pada ELISA reader dengan panjang gelombang 450 nm. Kemudian data hasil pembacaan ELISA reader ditabulasikan dan dianalisis statistik dengan metode ANAVA SPSS yang diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p0,05) diantara perlakuan. Karena terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan sehingga diperoleh dua signifikansi, signifikansi pertama bahwa P0 sebagai kontrol perlakuan memiliki nilai OD terendah sebesar 0,494, kemudian signifikansi kedua terdapat pada P1 yang memiliki nilai OD sebesar 0,797 serta P2 yang memiliki nilai OD sebesar 0.8 dan P3 yang memiliki nilai OD sebesar 0,999 Sehingga dapat dinyatakan bahwa besarnya dosis infeksi mempengaruhi nilai Optical Density (OD). Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa L2 T. canis yang diinfeksikan ke mencit memiliki sifat antigenik dan pemberian dosis infeksi L2 T. canis yang berbeda mempengaruhi nilai Optical Density (OD). Semakin besar dosis yang diberikan semakin tinggi pula kadar antibody yang dihasilkan melalui pembacaan nilai OD. Untuk itu, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk pengembangan kit diagnostik penyakit toxocariasis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH37/10 Jas d
Uncontrolled Keywords: Toxocara canis, second stage larva, various doses, imunogenic, indirect ELISA
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA638 Immunity and immunization in relation to public health
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
ERIK JASMIKO, 060413330UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Mumpuni S, M.Kes., DrhUNSPECIFIED
ContributorDadik Rahardjo, Drh., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 08 Mar 2011 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20356
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item