PENGARUH LAMA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus) JANTAN

AHMARANING W.S.P.U., 060413237 (2009) PENGARUH LAMA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus) JANTAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-ahmaraning-15806-kh41-10-k.pdf

Download (345kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-ahmaraning-13177-kh41-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemanfaatan bahan herbal sebagai pengobatan alternatif sudah berkembang cukup pesat. Obat-obatan alami yang berasal dari tanaman kini banyak diteliti untuk dijadikan sebagai obat alternatif. Salah satunya adalah rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) yang mengandung zat bioaktif minyak atsiri dimana sebelumnya terbukti dapat digunakan sebagai obat cacing (anthelmintik). Selain itu rimpang temu hitam juga dapat digunakan sebagai peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak, meningkatkan nafsu makan (stomakik), anthelmintik, dan pembersih darah setelah melahirkan atau setelah haid. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan mengenai pengaruh lama pemberian ekstrak etanol rimpang temu hitam dengan dosis 32,5 mg/kg BB/hari sebanyak 0,5 ml terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini menggunakan 35 ekor mencit (Mus musculus) jantan galur Balb-C yang berumur 2 sampai 3 bulan dengan berat badan antara 22 sampai 38 gram. Mencit jantan tersebut dibagi secara acak menjadi tujuh perlakuan, yaitu perlakuan P0 (kontrol), P1, P2, P3, P4, P5 dan P6; dimana setiap perlakuan terdiri dari lima ulangan. Empat jam setelah pemberian perlakuan yang terakhir pada setiap perlakuan, mencit jantan tersebut dikorbankan dengan menggunakan eter kemudian dilakukan pembedahan untuk mengambil organ ginjal guna dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Haematoxyllin Eosin (HE), kemudian dilakukan pengamatan di bawah mikroskop binokuler (Olympus® DP12 Microscope Digital Camera System) dengan pembesaran 400 kali dan dilakukan penilaian atau skoring terhadap data perubahan yang terjadi pada gambaran histopatologi ginjal melalui tiga lapangan pandang yang berbeda. Selanjutnya data yang diperoleh berdasarkan derajat kerusakan diolah dengan penilaian peringkat kemudian dianalisis dengan Uji Kruskal-Wallis, diperoleh hasil adanya perbedaan yang sangat nyata antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan Uji Pembandingan Berganda (Uji Z) 5% untuk mengetahui urutan tingkat perubahan gambaran histopatologi ginjal antar perlakuan. Hasil analisis dengan uji Z 5% menunjukkan bahwa perlakuan P1 mengalami perubahan gambaran histopatologi ginjal berupa degenerasi paling ringan karena P1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol (P0) (p>0,05) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan P3, P4, P5 dan P6 (p<0,05). Perlakuan P6 mengalami perubahan gambaran degenerasi ginjal paling parah namun tingkat degenerasi sel tubulus ginjal terlihat parah mulai perlakuan P3 karena antara perlakuan P3, P4 dan P5 tidak berbeda nyata (p>0,05). Hasil analisis dengan uji Z 5% menunjukkan bahwa perlakuan P1 mengalami perubahan gambaran histopatologi ginjal berupa nekrosis paling ringan karena P1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol (P0) (p>0,05) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan P4, P5 dan P6 (p<0,05). Sedangkan perlakuan P6 mengalami perubahan gambaran nekrosis ginjal paling parah namun tidak berbeda dengan P4 dan P5. Tingkat nekrosis ginjal terlihat parah mulai perlakuan P4 karena tidak berbeda nyata dengan P6, tetapi berbeda dengan perlakuan P1 dan P0. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) selama lima hari sudah dapat mengubah gambaran histopatologi ginjal dengan derajat kerusakan ringan dan jika waktu pemberian terus dilanjutkan (pemberian hari ke-10, ke-15, ke-20, ke-25 dan ke-30) terjadi kerusakan yang lebih parah, maka sebaiknya lebih berhati-hati dalam penggunaan ekstrak etanol rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) sebagai alternatif pengobatan baik dalam hal dosis maupun jangka waktu pemberian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 41/10 Ahm p
Uncontrolled Keywords: Curcuma aeruginosa, Kidney Histopatologic, mice
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
AHMARANING W.S.P.U., 060413237UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTri Nurhajanti, drh., M.SUNSPECIFIED
ContributorEka Pramyrtha Hestianah, drh., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 08 Mar 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 13:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20359
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item