PENGARUH PEMBERIAN SUSU SAPI KAYA ASAM LINOLEAT TERHADAP TOTAL DAN HITUNG JENIS LEUKOSIT Rattus norvegicus ARTHRITIS

ANDHIKA PERDANA KUSUMA, 060630291 (2009) PENGARUH PEMBERIAN SUSU SAPI KAYA ASAM LINOLEAT TERHADAP TOTAL DAN HITUNG JENIS LEUKOSIT Rattus norvegicus ARTHRITIS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-kusumaandh-15910-kh70-10-k.pdf

Download (317kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-kusumaandh-13292-kh70-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan potensi asam linoleat dalam susu sapi terhadap penyembuhan penyakit radang melalui pemeriksaan jumlah total dan hitung jenis leukosit tikus putih (Rattus norvegicus) suspect arthritis. Hewan coba sebanyak 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 200 gram, dan jenis kelamin betina yang dibagi secara random kemudian di induksi dengan bahan penginduksi arthritis dengan cara injeksi atau penyuntikan. Penyuntikan pertama : induksi dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 ml Complete Freund’s Adjuvant secara intradermal pada pangkal ekor tikus. Dosis : 0,5 mg/ml dan penyuntikan kedua dilakukan setelah 14 hari dengan menyuntikkan 0,1 ml Complete Freund’s Adjuvant, masing-masing 0,05 ml pada kedua kaki belakang (kaki kiri dan kaki kanan) secara intradermal (Aulia, 2007). Perlakuan dilakukan setelah penyuntikan bahan induksi dalam waktu satu bulan. Perlakuan diberikan pada masing-masing hewan coba (tikus putih) dengan memberikan susu sapi yang mengandung asam linoleat secara peroral yang diberikan 2x sehari pada tiap pagi dan sore. Perlakuan diberikan sebanyak ad libitum selama 30 hari. Pemberian susu perlakuan tersebut adalah dengan memberikan susu ke setiap hewan coba sesuai perlakuannya yaitu perlakuan P0 (tikus suspect artritis pemberian air), P1 (tikus suspect artritis pemberian susu sapi F0), P2 (tikus suspect artritis pemberian susu sapi F3), P3 (Tikus suspect artritis pemberian susu sapi F2), P4 (tikus suspect artritis pemberian susu sapi F4), P5 (tikus suspect artritis pemberian susu sapi F1) yang diberi perlakuan menggunakan susu sapi mengandung asam linoleat dengan kandungan terendah hingga tertinggi. Setelah perlakuan satu bulan dilakukan preparasi hewan coba kemudian diproses menjadi sediaan preparat darah menurut standar Laboratorium Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Hewan Unair. Dari masing-masing sampel, diwarnai dengan pewarnaan Wright. Dan kemudian preparat-preparat tersebut diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x. Data yang diperoleh berupa jumlah total dan hitung jenis leukosit yang disusun dalam bentuk tabel lalu dianalisis. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh kandungan asam linoleat dalam susu sapi terhadap perubahan jumlah total dan hitung jenis leukosit tikus dilakukan analisis statistik dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Test untuk mengetahui bahwa data berdistribusi normal atau data homogen sehingga data yang ada dapat diuji dengan Oneway ANOVA. Kemudian data yang dihasilkan tersebut dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) yang terbagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu P0 (kontrol tanpa susu), kelompok P1 (susu F0 mengandung asam linoleat 0,621%), kelompok P2 (susu F3 mengandung asam linoleat 1,480%), kelompok P3 (susu F2 mengandung asam linoleat 1,517%), kelompok P4 (susu F4 mengandung asam linoleat 2,104%), dan kelompok P5 (susu F1 mengandung asam linoleat 4,726%), hasilnya menunjukan adanya perbedaan bermakna (signifikan) antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan yaitu adanya kecenderungan menurun sehingga kelompok P0 menunjukan tingkat kerusakan tertinggi, yang diikuti oleh kelompok P1, dan tingkat kerusakan terus menurun pada kelompok P2, P3, P4, dan P5. Kelompok perlakuan pemberian susu F1 (P5) menunjukan bahwa terdapat hasil proses pemulihan terbaik. Dengan demikian pemberian asam linoleat dalam susu sapi tersebut diatas dapat mempengaruhi proses penyembuhan radang artritis melalui pemeriksaan dan penghitungan jumlah total dan hitung jenis leukosit tikus putih (Rattus norvegicus) suspect artritis. Hal ini terjadi karena asam linoleat dalam susu ini sangat berperanan aktif dan bermanfaat dalam proses metabolisme peradangan, diantaranya suplai darah yang adekuat yang dipengaruhi oleh prostaglandin dan leukotrin, status gizi, serta sel darah putih pada sirkulasi tercukupi sehingga proses kesembuhan dapat tercapai. Saran yang dapat diberikan adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan-kandungan susu lainnya yang berpotensi sebagai terapi alami penyakit-penyakit radang, dan susu yang dihasilkan dari pakan komplit merupakan susu berkualitas tinggi oleh karena itu perlu adanya tindak lanjut oleh pihak Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya untuk menjadikan susu ini sebagai produk unggulan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 70/10 Kus p
Uncontrolled Keywords: linoleic acid, Freund’s Adjuvant , total and different count of leucocyt, arthritis, rat
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
ANDHIKA PERDANA KUSUMA, 060630291UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRomziah Sidik, Prof., Hj., Ph.D., drhUNSPECIFIED
ContributorHusni Anwar, drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 09 Mar 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 14:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20382
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item