DAYA ANTIBAKTERIAL PERASAN MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

ALITHA BELLAMOYA, 06112910 (2009) DAYA ANTIBAKTERIAL PERASAN MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-bellamoyaa-15913-kh72-10-k.pdf

Download (359kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-bellamoyaa-13311-kh72-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi minimum dari perasan mengkudu yang mampu menghambat dan membunuh bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Persiapan penelitian dilakukan dengan pengumpulan buah mengkudu dan pembuatan perasan mengkudu. Kemudian dilakukan juga pembuatan suspensi bakteri Staphylococcus aureus yang sebelumnya telah dilakukan isolasi dan identifikasi untuk membuktikan bahwa bakteri tersebut benar-benar Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode dilusi yang meliputi Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Prinsip kerja dari metode dilusi yaitu seri pengenceran larutan antibakteri dalam pertumbuhan bakteri yang dimulai dari konsentrasi tinggi sampai rendah. Media pertumbuhan kemudian diinokulasikan dengan bakteri uji pada jumlah tertentu. MIC untuk mengetahui konsentrasi terkecil dari perasan buah mengkudu yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan melihat perubahan larutan menjadi jernih atau tetap keruh, sedangkan MBC untuk mengetahui konsentrasi terkecil dari perasan buah mengkudu yang mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus dengan melihat ada tidaknya pertumbuhan koloni bakteri pada Mueller Hinton Agar (MHA). Pada penentuan MIC, dari tiap-tiap pengenceran perasan buah mengkudu ditambahkan satu milliliter suspensi bakteri dan kemudian diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam. Hasil dari penentuan MIC tidak dapat diamati karena cairan terlalu pekat. Pemeriksaan dilanjutkan dengan penentuan MBC yaitu dari masing-masing tabung MIC ditanam pada media MHA dengan cara streak yang kemudian diinkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam. Hasil dari penelitian tersebut dianalisis menggunakan Analisis Probit. Dari penentuan MBC terlihat pada konsentrasi 70% sudah tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada MHA. Dari hasil tersebut kemudian diolah dengan menggunakan Analisis Probit. Didapatkan hasil bahwa konsentrasi minimum perasan buah mengkudu yang mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus (MBC) sebesar 99 % adalah mulai konsentrasi 85,604 %. Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perasan buah mengkudu dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus (bakteriosid) secara in vitro. Penulis menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap khasiat perasan buah mengkudu secara in vivo guna mengetahui dosis yang tepat untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, selain itu disarankan untuk menggunakan alat yang dapat mendukung untuk membedakan kejernihan suatu cairan, apabila tidak dapat dilihat dengan mata telanjang yaitu spektrofotometer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 72/10 Bel d
Uncontrolled Keywords: Bactericidal effect, juice of noni (Morinda citrifolia), Staphylococcus aureus
Subjects: Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
S Agriculture > SB Plant culture > SB354-402 Fruit and fruit culture
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
ALITHA BELLAMOYA, 06112910UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRr. Ratih Ratnasari, S.U., DrhUNSPECIFIED
ContributorMas'úd H, Prof., Ph.D., M.Phil., DrhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 09 Mar 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 14:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20384
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item