KHASIAT ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa) TERHADAP ASCARIDIASIS PADA AYAM PETELUR

Rico Rachmansyah P, 060513477 (2009) KHASIAT ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa) TERHADAP ASCARIDIASIS PADA AYAM PETELUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-rachmansya-15920-kh84-10-k.pdf

Download (340kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-rachmansya-13322-kh84-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari pemberian ekstrak etanol rimpang temu hitam terhadap jumlah cacing A.galli, dan perbedaan pengaruh dari dosis pemberian ekstrak etanol temu hitam terhadap jumlah cacing A.galli. Penelitian dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga untuk persiapan bahan infeksi berupa telur cacing A.galli, dan di Departemen Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga untuk pembuatan ekstrak rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa), dan di kandang coba (Kandang A4) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga untuk pemeliharaan hewan coba, percobaan infeksi, pemberian ekstrak temu hitam, serta pengamatan infeksius. Penelitian dimulai dari bulan Juli sampai dengan November 2008. Di penelitian ini temu hitam diambil rimpangnya, kemudian dijadikan ekstrak etanol dengan berbagai dosis yaitu, 100, 200, 300 dan 400 mg/ekor/hari per-oral. Pemberian ekstrak ini dimulai saat ayam positif terinfeksi A.galli. Dan bila sudah positif, pemberian ekstrak ini dilakukan selama tujuh hari. Penelitian ini menggunakan 25 ayam petelur jenis ISA Brown berumur 10 minggu dengan berat badan 820 gram. Ayam petelur dibagi secara acak menjadi 5 perlakuan, yaitu perlakuan P0 (kontrol), P1, P2, P3, dan P4. Dimana tiap perlakuan terdiri dari lima ulangan. Tujuh hari setelah pemberian ekstrak, tiap ayam di-seksi dan diambil usus serta dihitung cacing A. galli hidup dari usus halus masing – masing hewan coba lalu ditempatkan pada pot plastik berisi larutan NaCl Fisiologis. Data dari jumlah cacing A.galli hidup yang diperoleh kemudian diolah dengan One Way Anova untuk dilihat apakah terjadi signifikansi diantara perlakuan, dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil analisis One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan atau signifikansi yang nyata diantara perlakuan terhadap jumlah cacing A.galli hidup yang ditemukan. Setelah dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu hitam dengan dosis 200 mg/hari/per-oral pada ayam petelur penderita ascaridiasis mempunyai nilai efisiensi tertinggi diantara dosis pemberian yang lain. Berdasarkan hasil penelitian maka ekstrak etanol rimpang temu hitam dengan menggunakan berbagai dosis selama tujuh hari pada ayam yang terinfeksi A.galli dapat menurunkan jumlah cacing yang menginfeksi atau dapat dikatakan sebagai anthelmintik pada hewan ternak ayam petelur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 84/10 Ric k
Uncontrolled Keywords: Curcuma aeruginosa, Ascaridia galli, layer chicken
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3651-3654 Alcohol. Alcoholic beverages
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
S Agriculture > SF Animal culture > SF481-507 Poultry. Eggs
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Rico Rachmansyah P, 060513477UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLucia Tri Suwanti, Dr., MP., drhUNSPECIFIED
ContributorArimbi, M.Kes., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 09 Mar 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 14:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20388
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item