PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA KE DALAM PENGENCER A ORGANIK SEMEN BEKU SAPI FH TERHADAP MOTILITAS DAN PERSENTASE HIDUP SPERMATOZOA POST THAWING

ICUK SUKACA, 060513448 (2011) PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA KE DALAM PENGENCER A ORGANIK SEMEN BEKU SAPI FH TERHADAP MOTILITAS DAN PERSENTASE HIDUP SPERMATOZOA POST THAWING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sukacaicuk-15922-kh85-10-k.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-sukacaicuk-13324-kh85-10-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (989kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada produksi semen beku sapi FH dengan pengencer organik diperlukan energi tambahan berupa glukosa yang terkandung di dalam pengencer B pada tahap gliserolisasi. Tahap gliserolisasi membutuhkan waktu 1-1,5 jam setelah penambahan pengencer A organik ke dalam semen (Direktorat Jendral Peternakan, 2007). Sebelum tahap gliserolisasi, semen secara alami mengandung 1% fruktosa sebagai sumber energi spermatozoa pada produksi semen beku sapi FH dengan pengencer organik(Salisbury dan Van Denmark, 1995). Penambahan fruktosa 1% dan 2% ke dalam pengencer A organik sebagai sumber energi tambahan spermatozoa sebelum memasuki tahap gliserolisasi. Penambahan fruktosa 1% dan 2% ke dalam pengencer A organik diharapkan dapat meningkatkan angka motilitas dan persentase hidup spermatozoa post thawing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fruktosa ke dalam pengencer A organik pada proses pembekuan semen sapi FH terhadap motilitas dan persentase hidup spermatozoa post thawing. Pada penelitian ini diharapkan dengan penambahan fruktosa dapat meningkatkan motilitas dan persentase hidup spermatozoa post thawing. Peneliti menggunakan sampel semen sapi FH yang berumur tiga tahun tahun. Semen tersebut dibagi menjadi tiga perlakuan P0. masing-masing perlakuan terdiri dari 8 ulangan. Pemeriksaan motilitas dan persentase hidup spermatozoa dilakukan pada before freezing dan post thawing. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan data penelitian ini dianalisis dengan ANOVA menggunakan SPSS (Statistical Packed for Social Science) yang akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan 5% (Kusriningrum, 2008). Hasil penelitian terhadap motilitas dan persentase hidup spermatozoa pada perlakuan P0, P1 dan P2 yang dievaluasi before freezing maupun post thawing menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (p<0,01). Angka motilitas dan persentase hidup before freezing tertinggi didapatkan pada P1, hal ini dikarenakan spermatozoa mendapatkan sumber energi tambahan untuk metabolisme. P0 menunjukkan motilitas dan persentase hidup lebih rendah dari pada P1 disebabkan sumber energi yang digunakan untuk metabolisme spermatozoa hanya memakai frukosa yang berasal dari semen secara alami sebelum penambahan glukosa pada waktu gliserolisasi. Penambahan fruktosa 2% ke dalam pengencer A organik menunjukan motilitas terendah pada evaluasi before freezing dikarenakan memberikan sifat hipertonis pada lingkungan diluar spermatozoa, Sehingga cairan di dalam spermatozoa akan keluar dan menyebabkan penurunan motilitas dan persentase hidup spermatozoa Persentase motilitas dan persentase hidup spermatozoa yang dievaluasi post thawing menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan dengan Persentase motilitas dan persentase hidup spermatozoa yang dievaluasi before freezing. Proses pembekuan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas semen, hal ini karena pada proses pendinginan dan pembekuan terjadi penurunan suhu yang drastis sehingga menyebabkan terjadinya cold shock yang dapat menyebabkan penurunan persentase motilitas dan persentase hidup post thawing. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penambahan fruktosa 1% ke dalam pengencer A organik dapat meningkatkan motilitas dan persentase hidup spermatozoa post thawing semen sapi FH, sedangkan penambahan fruktosa 2% ke dalam pengencer A organik tidak dapat meningkatkan motilitas dan persentase hidup spermatozoa post thawing semen beku sapi FH. Disarankan penambahan fruktosa dalam bahan pengencer sebanyak 1% dan perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang fertilitas dari semen terhadap ovum dari sapi betina secara in vivo maupun in vitro.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 85/10 Suk p
Uncontrolled Keywords: spermatozoa, fructose, motility, life percentage
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology
S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ICUK SUKACA, 060513448UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorEmelie B.S Tjahokoesoemo, MS., drhUNSPECIFIED
ContributorNgakan made Rai Widjaja, Dr., MS., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 09 Mar 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 14:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20389
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item