PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP KADAR KREATININ DAN NITROGEN UREA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)

YULIANA PRAPTIWI, 060513536 (2009) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP KADAR KREATININ DAN NITROGEN UREA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-praptiwiyu-15946-kh107-1-k.pdf

Download (355kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-praptiwiyu-13347-kh107-1-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (712kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan (Centella..asiatica) terhadap kadar nitrogen urea darah (BUN) dan keatinin pada tikus putih. Salah satu kandungan bahan aktif dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) adalah triterpenoid. Daun pegagan (Centella asiatica) memiliki beberapa kandungan triterpenoid salah satunya yaitu asiaticoside yang memiliki antioksidan kuat dan dapat memperkuat aliran darah serta digunakan pada kasus insufisiensi vena melokalisir inflamasi dan infeksi, penyembuhan paska operasi. Secara partikuler, triterpenoid dapat memperlancar proses biosintesis dari kolagen untuk merangsang regenerasi sel ginjal yang terdiri dari fibronectin and proteoglycan. Zat aktif lain dalam pegagan (Centella asiatica) yang berasal dari turunan triterpenoid adalah brahmi acid yang terdiri atas bacoside-A dan B. Bacoside-A membantu di dalam pelepasan nitrogen oksida dengan cara merelaksasi otot polos pembuluh darah tubuh sedangkan Bacoside-B adalah protein mengandung zat makanan yang dihubungkan dengan sel-sel otak. Karena kerja bahan – bahan aktif tersebut, maka Centella asiatica pada ginjal secara langsung dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga kerja Glomerullo Filtration Rate (GFR) pada ginjal juga akan mengalami peningkatan terutama dalam hal pembuangan zat nitrogen dan kreatinin dari hasil metabolisme otot. Daun pegagan diekstraksi kemudian diberikan pada hewan coba pada 30 tikus (Rattus norvegicus) galur wistar, dewasa berusia 4 bulan dengan berat badan rata-rata 150 – 200 gram. Setelah masa adaptasi hewan coba dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 ekor kelompok pemberian ekstrak pegagan 200mg/kg BB dilarutkan dalam CMC Na 0,5 % dan 15 ekor kelompok pemberian kontrol CMC Na 0,5 %. Pemberian ekstrak dilakukan secara intragastrik dengan dosis yaitu 200 mg/kg BB dan pemberian CMC Na 0,5 %. Pengambilan serum darah dilakukan pada minggu kedua, keempat, dan keenam pada setiap kelompok perlakuan dan kontrol masing – masing sebanyak 5 ekor. Pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dengan dosis 200 mg/kg BB tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kadar BUN pada serum darah tikus putih. Data menunjukkan bahwa kadar BUN pada serum tikus yang diberi pegagan dosis 200 mg/Kg BB bervariasi antara 14,11 mg/dl sampai 25,59 mg/dl dengan nilai rata-rata 18,17 serta standar deviasi sebesar 2,04. Kadar BUN dalam serum tikus yang mendapat perlakuan tanpa diberi pegagan bervariasi antara 12,11 mg/dl hingga 23,32 mg/dl dengan nilari rata-rata 17,03 serta standar deviasi sebesar 4,06. Kadar BUN dengan pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dosis 200 mg/Kg BB tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p > 0,05) dengan kelompok tanpa pegagan. Pada pemeriksaan kadar kreatinin, dapat dilihat bahwa kadar kreatinin pada serum tikus yang diberi pegagan dosis 200 mg/Kg BB bervariasi antara 0,5 mg/dl sampai 1,38 mg/dl dengan nilai rata-rata 0,79 mg/dl serta standar deviasi sebesar 0,36. Kadar kreatinin dalam serum tikus yang mendapat perlakuan tanpa diberi pegagan bervariasi antara 0,2 mg/dl hingga 1,42 mg/dl dengan nilari rata-rata 0,69 mg/dl serta standar deviasi sebesar 0,33. Kadar kreatinin yang normal yaitu antara 0,4 – 1,5 mg/dl. Kadar kreatinin dengan pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dosis 200 mg/Kg BB tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p > 0,05) dengan kelompok tanpa pegagan. Hasil analisis yang diperoleh yaitu pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dengan dosis 200 mg/kg BB tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kadar kreatinin dan nitrogen urea darah pada serum darah tikus putih. Pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dengan dosis 200 mg/kg BB aman dikonsumsi untuk memperlancar sirkulasi darah pada ginjal. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap pengaruh pemberian ekstrak pegagan dengan dosis 200 mg/kg BB pada ginjal yang keadaannya telah dipatologiskan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 107/10 Pra p
Uncontrolled Keywords: Pegagan (Centella asiatica), Blood Urea Nitrogen (BUN), Creatinine, Albino rat
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
YULIANA PRAPTIWI, 060513536UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Gandul Atik Yuliani, M.Kes., drhUNSPECIFIED
ContributorKusnoto, Prof., Dr., S.MS., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 10 Mar 2011 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 14:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20402
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item