KAJIAN IN VITRO EKSTRAK KLOROFORM DAUN BENALU DUKU (Loranthaceae dendropthoe spec.) TERHADAP VIABILITAS SEL MIELOMA

M. JOKO PURNOMO, 060433393 (2009) KAJIAN IN VITRO EKSTRAK KLOROFORM DAUN BENALU DUKU (Loranthaceae dendropthoe spec.) TERHADAP VIABILITAS SEL MIELOMA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-purnomomjo-15997-kh121-1-k.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-purnomomjo-13395-kh121-1-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Benalu duku diketahui secara empiris berkhasiat sebagai antikanker. Dalam studi laboratoris diketahui secara in vitro dan in vivo, kandungan yang terdapat dalam benalu duku mampu menghambat sel kanker (Farida et al., 2000; Indrawati, 2000). Diketahui pula unsur toksisitas benalu duku cukup kecil (Utomo, 2006; Happy, 2006). Bila dianalogikan dengan tumbuhan benalu lain maka benalu duku juga mengandung mistellektin dan viskotoxin. Mistellektin berupa suatu glikoprotein yang memiliki kekhususan pada gugus hidrat arang (Lektin), sedangkan viskotoxin diketahui berupa polipeptida dengan berat molekul rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan viabilitas ekstrak kloroform daun benalu duku terhadap sel mieloma. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai alternatif pengobatan tradisional dalam menangani penyakit kanker. Penelitian ini dikerjakan dengan rancangan pasca perlakuan dengan grup kontrol. Perlakuan dilakukan dengan pemberian ekstrak kloroform daun benalu mulai kadar 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm. Pemeriksaan dilakukan pada seluruh kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak asam hidriklorida daun benalu duku, diteruskan dengan perlakuan pemberian ekstrak kloroform daun benalu duku terhadap sel mieloma. Analisis data menggunakan metode SPSS 12,0 for window dengan uji T signifikasi 0,05 antara perlakuan dan kontrol dari kadar 10 ppm, 20 ppm dan 30 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kemampuan hambat ekstrak kloroform mulai pada kadar 10 ppm dan pada kadar 20 hingga 30 ppm tampak memberikan viabilitas yang nyata. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kloroform daun benalu duku pada kadar 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm mampu menghambat viabilitas terhadap sel mieloma.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 121/10 Pur k
Uncontrolled Keywords: benalu duku chloroform axtract, antiploliferative, myeloma, viscotoxin
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
S Agriculture > SB Plant culture > SB610-615 Weeds, parasitic plants, etc.
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
M. JOKO PURNOMO, 060433393UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI G K Paridjata Westra, Dr., M.Agr.Sc., M.Agr.S., DVMUNSPECIFIED
ContributorHandayani Tjitro, Drh., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Mar 2011 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 02:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20411
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item