PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP HIPERTROFI JANTUNG PADA DISKUS INTERKALATUS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

LITA TUENTIFIANY, 060213077 (2009) PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP HIPERTROFI JANTUNG PADA DISKUS INTERKALATUS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-tuentifian-16034-kh130-1-k.pdf

Download (345kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-tuentifian-13433-kh130-1-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hipertrofi jantung merupakan keadaan penambahan massa otot jantung karena daya kompensasi jantung untuk membuat sistem sirkulasi lebih efektif seiring dengan meningkatnya beban tekanan pada jantung (Sanjaya, W. dan Sunarya Soerianata, 2004). Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor stres, salah satu faktor tersebut adalah latihan fisik aerobik (Brooks, 1984 yang dikutip dariAthar dkk.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa latihan fisik aerobik dapat memberi efek hipertrofi pada jantung melalui pengukuran diskus interkalatus. Hewan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang berjumlah 18 ekor dan berumur dua setengah bulan dengan berat rata-rata 125 gram. Tikus tersebut dibagi dalam 3 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (P0) atau kelompok yang tidak diberikan perlakuan latihan fisik, kelompok perlakuan 1 (P1) atau kelompok yang diberikan latihan fisik dengan berlari di atas papan alat treadmill selama 30 menit per hari dalam 5 kali per minggu, kelompok perlakuan 2 (P2) atau kelompok yang diberikan latihan fisik dengan berlari di atas papan treadmill selama 60 menit per hari dalam 5 kali per minggu, dan masing-masing perlakuan mendapatkan 6 kali ulangan selama 30 hari. Setelah melampaui latihan fisik selama 30 hari, maka tikus-tikus tersebut dikorbankan dan diambil organ jantungnya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan organ jantung dilakukan secara mikroskopik yaitu dengan mengukur penambahan ukuran panjang diskus interkalatus untuk mengetahui efek hipertrofi. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan uji ANAVA dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5 % bila terdapat perbedaan nyata antar kelompok perlakuan dan pengolahan data tersebut dilakukan melalui program SPSS 1.3 version for windows. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terjadi hipertrofi pada kelompok perlakuan 1 (P1) yaitu dengan latihan fisik selama 30 menit dan kelompok perlakuan 2 (P2), dengan perlakuan latihan fisik selama 60 menit jika dibandingkan dengan kelompok control (P0). Perbedaan nyata terjadi pada antara kelompok perlakuan 1 dengan kelompok perlakuan 2 (p<0,05). Penambahan ukuran panjang diskus interkalatus tertinggi terjadi pada kelompok perlakuan 2 (P2) Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan untuk memperhatikan durasi pelatihan fisik yang tidak berlebihan sehingga tidak terjadi hipertrofi yang dapat mengarah pada kondisi gagal jantung yang sering menjadi penyebab kematian mendadak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 130/10 Tue p
Uncontrolled Keywords: physical exercise, cardiac hypertrophy, intercalated disc
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF811-909 Veterinary medicine of special organs, regions, and systems
Creators:
CreatorsEmail
LITA TUENTIFIANY, 060213077UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnwar Ma'ruf, Dr., H., Drh., M.KesUNSPECIFIED
ContributorSetiawan K, Prof., Dr., H., Drh., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Mar 2011 12:00
Last Modified: 29 Sep 2016 15:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20418
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item