PENGARUH FAKTOR IKLIM TERHADAP KADAR IMUNOGLOBULIN G (IgG) KOLOSTRUM SAPI PERAH FH

DONNY WIDORETNO, 060513518 (2011) PENGARUH FAKTOR IKLIM TERHADAP KADAR IMUNOGLOBULIN G (IgG) KOLOSTRUM SAPI PERAH FH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-widoretnod-16108-kh144-1-k.pdf

Download (486kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-widoretnod-13504-kh144-1-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Anak sapi yang baru lahir mempunyai kekebalan yang sangat rendah (hypoglobulinemic), hal ini mengakibatkan tingginya tingkat mortalitas dan morbiditas. Sehingga untuk menekan tingginya tingkat mortalitas dan morbiditas, begitu lahir anak sapi harus memperoleh kolostrum yang mengandung materi kekebalan. Komponen Ig yang utama adalah imunoglobulin gama (IgG) yaitu 75 – 85 %, sehingga kualitas kolostrum sangat ditentukan oleh kadar IgG.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim terhadap kadar imunoglobulin Gama (IgG) kolostrum yang diambil pada pemerahan pertama 0-6 jam setelah beranak. Metode penentukan sampel sapi menggunakan metode purposive sampling dimana pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu, yaitu adanya kesamaan jenis kandang, skor tubuh dan manajemen peternakan. Bahan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolostrum sapi perah FH yang berjumlah 20 ekor induk sapi per lokasi. Ternak dipilih dari beberapa desa di tiap-tiap lokasi yang berbeda yaitu di Kecamatan Tutur ( KPSP Setiakawan ) dan Kecamatan Grati ( KPSP Sukamakmur ), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sampel kolostrum diuji dengan Direct Enzyme Linked Immuno Sorbent Assay (Direct-ELISA) untuk memperoleh data kadar IgG kolostrum. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis dengan uji T dua sampel independent untuk memprediksi pengaruh variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable). Hasil uji T dua sampel bebas untuk variabel iklim panas dan iklim dingin sebagai variabel independent terhadap kadar IgG kolostrum sebagai variabel dependent. Terlihat bahwa nilai t hitung sebesar -2,07 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,04. Nilai ini jauh lebih rendah dari tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 0,05 (P<0,05) sehingga hipotesis nol ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pengaruh iklim panas dan iklim dingin terhadap kadar IgG kolostrum Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada peternak sapi perah hendaknya memberikan kolostrum kepada pedet yang baru lahir sedini mungkin dengan kolostrum yang berkualitas (kadar IgG > 50 mg/ml). Kolostrum berkualitas tinggi secara fisik adalah kental, berwarna krem atau krem kekuningan dan lengket. Serta meningkatkan kenyaman ternak dengan memperhatikan struktur kandang antara lain tinggi kandang agar sirkulasi udara lancar dan bahan atap kandang. Sehingga dapat manghasilkan kolostrum dengan kadar IgG tinggi dengan tujuan mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas anak sapi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 144/10 Wid p
Uncontrolled Keywords: Climate, Colostrum, ELISA, IgG, Cow
Subjects: Q Science > QC Physics > QC981 Climate
Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
DONNY WIDORETNO, 060513518UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. Samik, Dr., M.Si., drhUNSPECIFIED
ContributorSri Hidanah, Dr., Ir., Hj., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 14 Mar 2011 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 01:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20432
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item