PENGARUH PEMBERIAN MELATONIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DIABETES MELLITUS TIPE I EKSPERIMENTAL

TITIS AGUSTIANAH, 060513523 (2010) PENGARUH PEMBERIAN MELATONIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DIABETES MELLITUS TIPE I EKSPERIMENTAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-agustianah-16112-kh145-1-k.pdf

Download (517kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-agustianah-13509-kh145-1-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes mellitus tipe I adalah kelainan sistematik akibat terjadinya gangguan metabolisme glukosa yang ditandai oleh hiperglikemi kronik. Keadaan ini diakibatkan oleh suatu proses autoimun yang merusak sel β pankreas sehingga produksi insulin berkurang bahkan terhenti. Radikal bebas sering dikaitkan dengan berbagai penyakit serius seperti kanker, jantung, penuaan dini dan penyakit degeneratif. Dugaan bahwa radikal bebas tersebar di mana-mana, pada setiap kejadian pembakaran seperti merokok, memasak, pembakaran bahan bakar seperti mesin dan kendaraan bemotor. Paparan sinar ultraviolet yang terus menerus, pestisida dan pencemaran lain didalam makanan kita. Semuanya itu menyebabkan tubuh kita harus melakukan tindakan protektif. Langkah yang tepat untuk menghadapi serangan radikal bebas adalah dengan mengurangi paparannya atau mengoptimalkan pertahanan tubuh melalui aktivitas antioksidan. Salah satu antioksidan yang dapat digunakan untuk pencegahan pada penyakit diabetes mellitus adalah melatonin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan jumlah sel pulau Langerhans sehat akibat pemberian melatonin pada tikus putih (Rattus norvegicus) penderita diabetes mellitus tipe I eksperimental. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang sehat berumur 2-3 bulan dengan berat badan antara 100-150 gram yang kemudian diacak dan ditempatkan pada 6 kelompok perlakuan. Perlakuan I (P0) sebagai kontrol negatif diinduksi NaCl fisiologis, perlakuan II (P1) sebagai kontrol positif diinduksi alloksan dosis 150 mg/kg bb, perlakuan III (P2) diinduksi alloksan dosis 150 mg/kg bb dan melatonin dengan dosis 5 mg/kg bb, perlakuan IV (P3) diinduksi alloksan dosis 150 mg/kg bb dan melatonin dengan dosis 10 mg/kg bb, perlakuan V (P4) diinduksi alloksan dosis 150 mg/kg bb dan melatonin dengan dosis 15 mg/kg bb, dan perlakuan VI (P5) diinduksi alloksan dosis 150 mg/kg bb dan forbetes dengan kandungan metformin 500 mg dengan dosis 35 mg/kg bb. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL). Analisis statistik yang digunakan adalah analisis of variant (ANOVA) menunjukkan F hitung > F tabel, bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) di antara perlakuan dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Dari hasil uji jarak Duncan didapat hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 yang tidak bebeda nyata dengan perlakuan P3 dan P0. Sedangkan hasil terendah didapat pada perlakuan P1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan P5, dan P4. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari melatonin sebagai tindakan terapi pengobatan diabetes mellitus terpapar alloksan, yaitu ditandai dengan meningkatnya jumlah sel pulau Langerhans tikus putih (Rattus norvegicus). Penggunaan melatonin dengan dosis 5 mg/kg bb didapatkan hasil 120,90  26,53 menunjukkan hasil lebih baik daripada pengobatan diabetes mellitus terpapar alloksan menggunakan forbetes dengan kandungan metformin 500 mg yaitu 59,46  31,23. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan melatonin sebagai tindakan pengobatan untuk diabetes mellitus sangat baik dan efektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 145/10 Agu p
Uncontrolled Keywords: melatonin, alloxan, diabetes mellitus type I.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
TITIS AGUSTIANAH, 060513523UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBoedi Setiawan, M.P., drhUNSPECIFIED
ContributorMustofa Helmi E, Dr., DTAPH., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 14 Mar 2011 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 01:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20433
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item