PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ( BAWANG PUTIH, LISOL DAN BENZALKONIUM KLORIDA ) SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP DAYA BUNUH COLIFORM PADA FESES AYAM

FEBRI SERAWATI, 060513479 (2010) PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ( BAWANG PUTIH, LISOL DAN BENZALKONIUM KLORIDA ) SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP DAYA BUNUH COLIFORM PADA FESES AYAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2011-serawatife-16120-kh147-1-k.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-serawatife-13522-kh147-1-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan industri perunggasan di Indonesia kini sudah maju demikian pesat. Namun jika dievaluasi, penyakit ayam yang terdapat di Indonesia setiap tahun selalu bertambah. Hal ini menyebabkan kerugian bagi para peternak. Banyak program pengendalian penyakit yang dapat diaplikasikan di suatu kawasan atau peternakan ayam. Program pengendalian tersebut diantaranya adalah program pencegahan sebelum ayam terserang penyakit. Desinfeksi kandang adalah termasuk program sanitasi yang baik. Desinfeksi adalah kegiatan membunuh mikroorganisme dengan menggunakan bahan kimia yang dilakukan terhadap benda mati. Zat kimia yang digunakan untuk desinfeksi disebut dengan desinfektan. Terdapat bermacam-macam golongan desinfektan yang digunakan untuk desinfeksi kandang umum digunakan adalah golongan halogen, aldehid, fenol, dan garam. Golongan fenol yang digunakan adalah lisol sedangkan golongan garam ammonium kuartener yang digunakan adalah Benzalkonium klorida. Salah satu masalah yang harus dihadapi peternak dalam pengendalian penyakit pada ternak terutama di pedesaan adalah faktor biaya, oleh karena itu alternatif yang digunakan adalah bahan-bahan antimikrobial alami. Terdapat berbagai bahan alami yang bersifat antimikrobial salah satunya adalah bawang putih. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui pengaruh jenis bahan antimikrobial bawang putih (allium sativum), lisol dan benzalkonium klorida, berbagai konsentrasi (2,5%, 5%. 7,5%, 10%) dan perlakuan kombinasi yang diberikan terhadap total coliform pada feses ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah viable count technique. Gerusan bawang putih, lisol, dan benzalkonium klorida dengan konsentrasi 2,5%, 5%. 7,5%, 10% yang disiramkan pada sampel feses ayam segar. Selanjutnya dilakukan penanaman pada media Mac Conkey Agar untuk melihat bakteri coliform yang tumbuh kemudian dilakukan penghitungan jumlah bakteri coliform. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3X4, yaitu 3 taraf faktor jenis bahan antimikrobial (Bawang putih, Lisol, dan Benzalkonium klorida) dan 4 taraf faktor konsentrasi (2,5 %, 5 %, 7,5 %, 10 %) dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh akan diolah untuk mencari persentase daya bunuh bahan antimikrobial (Lampiran 4) dan selanjutnya data ditranformasikan ke y (Lampiran 5). Selanjutnya diuji secara statistik dengan Sidik Ragam. Jika hasilnya berpengaruh nyata (p < 0,05), dilanjutkan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan antimikrobial Bawang putih, lisol dan benzalkonium klorida memberikan hasil yang signifikan atau berpengaruh nyata (p < 0,05) sebagai desinfektan terhadap total coliform feses ayam, konsentrasi dan kombinasi perlakuan tidak berpengaruh nyata (p > 0,05). Bawang putih memiliki daya bunuh lebih rendah daripada benzalkonium klorida, sedangkan kemampuan membunuh bawang putih sama dengan lisol. Pada penelitian belum didapatkan konsentrasi dan lama waktu kontak optimal bawang putih yang dapat membunuh bakteri coliform secara sempurna, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peningkatan konsentrasi dan lama waktu kontak bahan antimikrobial agar dapat membunuh dengan optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 147/10 Ser p
Uncontrolled Keywords: Garlic, Coliform, lysol, benzalkonium chloride
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
S Agriculture > SF Animal culture > SF481-507 Poultry. Eggs
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
FEBRI SERAWATI, 060513479UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErni Rosilawati S I, M.S., drhUNSPECIFIED
ContributorSri Hidanah, Dr., Ir., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 14 Mar 2011 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 22:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/20435
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item