HUBUNGAN Ig-M DAN Ig-G DENGAN PENAMPILAN KLINIS PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE

Widodo Darmowandowo (2004) HUBUNGAN Ig-M DAN Ig-G DENGAN PENAMPILAN KLINIS PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penampilan klinis penderita DBD berhubungan dengan response imun terhadap infeksi virus dengue, dimana pada response imun primer biasanya tampilan klinisnya ringan sedangkan pada response imun sekunder dapat tampil klinis berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan titer IgM, IgG atau rasio IgM/IgG dengan derajat klinis dari DBD. Penelitian dilakukan secara analitik "cross sectional" yang bersifat prospektif terhadap 65 penderita DBD di Instalasi rawat inap SMF IImu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya, salama periode 1 Februari 1999 sampai dengan 30 November 1999. Pada setiap sampel dilakukan pemeriksaan uji HI untuk baku emas diagnosisny, dan ELISA 'capture' untuk menentukan titer IgM, IgG and rasio IgM/lIgG -nya. Uji statistik yang digunakan adalah uji t, uji regresi logistic ganda, uji Kappa dan uji McNemar. Didapatkan: perempuan 28 anak ( 56,9%) den laki-Iaki 37 anak (43.1%). Umur penderita dalam penelitian ini bervariasi antara 5 bulan sampai 12 tahun 6 bulan, rerata 6,9 tahun (SB =2,8). Dengan kelompok umur yang terbanyak adalah golongan umur 5-9 tahun adalah 60%. Bila dihubungkan antara kelompok umur dan terjadinya renjatan didapatkan bahwa tidak ada perbedaan pada kelompok umur 1-4 tahun (84,6%), 5-9 tahun (74,4%) dan umur >_ 10 tahun (81,8%), kecuali kelompok umur umur < 1 tahun (50%). Sabagian besar penderita berobat hari ke-4 sa kit (43%), 33,8% datang pada hari ke-5 sakit, 13,8% dating pada hari. ke-6 sakit, dan 9,2% datang hari ke-3 sakit. Rata-rata sudah menderita sakit 4,5 hari (SB = 0,8). Dari deskripsi Mean titer IgM anti-dengue penderita DBD = 1,34 unit (SB 1,39) lebih tinggi dibandingkan penderita SRD = 1,03 unit (SB 1,47), sedangkan Mean titer IgG anti-dengue penderita DBD = 3,4 unit (SB 2,8) lebih rendah dibandingkan penderita SRD = 3,9 unit (SB 1,92). Demikian juga dengan Mean rasio IgM/lgG penderita DBD = 0,20 rasio unit (SB 0,28) sedikit lebih rendah dari penderita SRD = 0,21 rasio unit (SB 0,27). Dari analisis multivariat terhadap titer IgG pada hari ke-4 didapatkan hasil yang bermakna antara titer DBD dan titer SRD dengan p < 0,05. Kemudian dari penentuan nilai titer IgG anti-dengue yang bervariasi mulai titer 0,1 sampai nilai 8; dimulai dari kadar titer 1 didapatkan kadar titer IgG 1,5 mempunyai koefisien Kappa tertinggi = 0,6073 (kesepakatan baik) , Z = 3,2231 bermakna) ; sedangkan uji McNemar pada nilai tersebut menunjukkan p = 1,0000 (tidak bermakna); 'sensitifitas '= 95,7%, "spesifisitas' = 60%,'nilai ramal positif = 91,7%, 'nilai ramal negatif = 75%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 616.921 Hub
Uncontrolled Keywords: DENGUE
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Widodo DarmowandowoUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 07 Jan 2004 12:00
Last Modified: 04 Sep 2016 14:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/206
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item