PERBEDAAN KONFLUENSITAS DAN VIABILITAS SEL KULTUR PRIMER SEL FIBROBLAS DARI JARINGAN DAUN TELINGA RUSA BAWEAN (Axis kuhlii) PADA MEDIUM TCM 199 DAN MEM

Woro Wulandari Kalanjati, 060112859 (2006) PERBEDAAN KONFLUENSITAS DAN VIABILITAS SEL KULTUR PRIMER SEL FIBROBLAS DARI JARINGAN DAUN TELINGA RUSA BAWEAN (Axis kuhlii) PADA MEDIUM TCM 199 DAN MEM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-kalanjatiw-1409-kh114_0-t.pdf

Download (683kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-kalanjatiw-1409-kh.114_06.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat konfluensitas dan viabilitas sel fibroblas pada kultur primer jaringan antara medium TCM 199 dan MEM dari jaringan daun telinga Rusa Bawean. Peubah yang diamati adalah konfluensitas sel (tumbuh homogen dan meratanya sel sebagai sel monolayer sampai menutupi cover glass) dan viabilitas sel (perbandingan jumlah sel yang hidup (viable) dan sel yang mati (non viable)), dengan metode Dye exclusion menggunakan pewarnaan Hoescht 33342 PI dan dipersentase pada masing- masing medium. Dalam waktu kurang lebih 43 hari dikultur di dalam inkubator 5% CO2 dan diganti medium secara berkala, maka sel yang telah dinyatakan konfluen (homogen dan merata) secara mikroskopik, ditripsinasi, kemudian dilakukan penghitungan sel dengan cara : suspensi sel yang telah ditripsinasi dimasukkan ke dalam bilik Haemocytometer. Setelah diketahui tingkat konfluensitasnya maka diketahui bahwa medium MEM mencapai waktu konfluen terlebih dahulu (pada hari ke-41 dengan jumlah sel terbanyak mencapai 2,72 x 105 sel/ml), sedangkan pada medium TCM 199 (pada hari ke-43 dengan jumlah sel terbanyak mencapai 2,05 x 105 sel/ml). Uji viabilitas dengan metode Dye Exclusion ini menunjukkan bahwa pada medium TCM 199 (mencapai rata- rata 61,91%) memiliki viabilitas yang lebih tinggi dibanding dengan medium MEM (mencapai rata- rata 59,62%). Secara statistik disimpulkan bahwa tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada tingkat konfluensitas dan viabilitas sel pada kultur primer sel fibroblas dari jaringan daun telinga Rusa Bawean (Axis kuhlii) antara medium TCM 199 dengan MEM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH.114/06 Kal p
Uncontrolled Keywords: Sel Culture; Axis kuhlii
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
S Agriculture > SF Animal culture > SF408-408.6 Zoo animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Woro Wulandari Kalanjati, 060112859UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Mulyati, M.Kes., drhUNSPECIFIED
ContributorDadik Raharjo, M.Kes., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Jul 2006 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 01:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21293
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item