PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARONG (Achyranthes aspera Linn) TERHADAP JUMLAH SPERMATOSIT DAN SPERMATID PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Adi Cahyo Wibowo, 069912699 (2004) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARONG (Achyranthes aspera Linn) TERHADAP JUMLAH SPERMATOSIT DAN SPERMATID PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-wibowoadic-2014-kh1030-t.pdf

Download (401kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wibowoadic-2014-kh10306.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun jarong Achyranthes aspera linn) terhadap hambatan spermatogenesis melalui perubahan pada jumlah spermatosit dan spermatid pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hewan coba yang digunakan untuk pengujian antifertilitas terdiri dari 24 ekor tikus untuk perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan masing-masing 6 ulangan. Kelompok kontrol (P0) diberikan 1,75 ml suspensi CMC 2 %, perlakuan l (P1) diberikan suspensi ekstrak daun jarong (Achyranthes aspera Lim) 242 mg / kg BB, perlakuan 2 diberikan suspensi estrak daun jarong (Achyranthes aspera Linn) 300 mg / kg BB, dan perlakuan 3 diberikan suspensi ekstrak daun jarong (Achyranthes aspera Linn) 363 mg /kg BB yang diberikan per oral selama 14 hari, lalu pada hari ke-15 dilakukan kastrasi, kemudian testis dari tikus putih (Rattus norvegicus) dibuat histopatologinya untuk mengetahui jumlah spermatosit dan spermatid. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji F, jika ada perbedaan yang sangat nyata dilanjutkan dengan Uji BNT 5 % (P<0,05). Hasil penelitian, menunjukkan bahwa diantara perlakuan terdapat perbedaan jumlah spermatosit yang sangat nyata, dimana P0 sangat berbeda nyata dengan P2, P3, sedangkan antara P0 dart P1 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dan dimana pada P2, P3 terjadi penurunan jumlah spermatosit yang sangat drastis. Begitu juga pada jumlah spermatid menunjukkan bahwa diantara perlakuan terdapat perbedaan yang sangat nyata, dimana P0 sangat berbeda nyata dengan P2, P3, sedangkan diantara P0 dan P1 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dan dimana pada P2, P3 terjadi penurunan jumlah spermatid yang sangat drastis. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa dosis 300 mg/ kg BB merupakan dosis efektif antifertilitas pada tikus putih (Rattus norvegicus).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH.103/06 Wib p
Uncontrolled Keywords: Achyranthes aspera Linn; Rattus norvegicus
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Adi Cahyo Wibowo, 069912699UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Agus Sudjarwo, Ph.D., drhUNSPECIFIED
ContributorHusni Anwar, drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 13 Sep 2006 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 01:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21311
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item