EFEK TOKSISITAS INFUSA DAUN SELEDRI (Apium graveolens Linn) SEBAGAI DIURETIK TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Naser Efendi, 060233105 (2006) EFEK TOKSISITAS INFUSA DAUN SELEDRI (Apium graveolens Linn) SEBAGAI DIURETIK TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-efendinase-5722-kh5507-t.pdf

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-efendinase-5722-kh5507.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun seledri (Apium graveolens Linn) sebagai diuresis dengan dosis tertentu pada gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus). Sejumlah 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) umur + 3 bulan dengan berat rata-rata 200 gram, dibagi secara acak menjadi empat kelompok perlakuan (P0,P1,P2 dan P3). Perlakuan kontrol (P0) diberi 4,5 ml aquadest, perlakuan P1 diberi 4,5 ml infusa daun seledri konsentrasi 10%, perlakuan P2 diberi 4,5 ml infusa daun seledri konsentrasi 20% dan perlakuan P3 diberi 4,5 ml infusa daun seledri konsentrasi 40%. Pemberian aquadest dan infusa daun seledri dilakukan secara peroral pada pagi hari selama 6 minggu, menurut metode rutin tetap diberi pakan standar dan air secara ad libitum. Selanjutnya hewan coba dieutanasia menggunakan dietil eter kemudian dilakukan pembedahan untuk mengambil organ ginjal guna dibuat preparat histopatologi, kemudian diperiksa di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 100 kali dan 400 kali untuk pengambilan data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Uji Pasangan Berganda (Uji Z) 5 %. Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus). Kesimpulan yang didapat bahwa pada pemberian infusa daun seledri (Apium graveolens Linn) dengan dosis 4,5 ml konsentrasi 10%, 20% dan 40% menunjukkan perubahan pada gambaran histopatologi ginjal tikus putih. Perubahan yang terjadi pada P1, P2 dan P3 mengalami kongesti dan degenerasi tubuler. Kerusakan paling berat terlihat pada gambaran histopatologi ginjal tikus putih berupa kongesti dengan pemberian infusa daun seledri (Apium graveolens Linn) dengan konsentrasi 40% sebanyak 4,5 ml. Perubahan berupa degenerasi tubular nampak berat pada P3.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH.55/07 Efe e
Uncontrolled Keywords: Apium graveolens Linn, Rattus norvegicus
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Naser Efendi, 060233105UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSulisyaningwati Guntoro, DrhUNSPECIFIED
ContributorFedik Abdul Rantam, Prof., Dr., DrhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 07 Jan 2008 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 17:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21340
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item