PENGARUH PEMBERIAN FASILITAS KITE (KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR) BERUPA PEMBEBASAN BEA MASUK TERHADAP PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN LAPORAN ARUS KAS PADA PT. “X” DI SIDOARJO

MARIATUL QIBTHIAH, 040234664 E (2008) PENGARUH PEMBERIAN FASILITAS KITE (KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR) BERUPA PEMBEBASAN BEA MASUK TERHADAP PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN LAPORAN ARUS KAS PADA PT. “X” DI SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-qibthiahma-10634-a168-09.pdf

Download (272kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-qibthiahma-10144-a168-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh usaha pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara secara terus menerus dan berkesinambungan. Selama ini dana yang diperoleh untuk pembangunan nasional tidak hanya berasal dari penerimaan negara saja tapi juga dari hutang sebesar US $ 182 miliar yang mana sudah melebihi Produk domestic Bruto (PDB) dan disinyalir sudah melebihi batas aman yang seharusnya 50%. Beban hutang tersebut (belum termasuk bunga hutang) harus dibayar dan dicicil setiap tahun. Dana untuk membayar hutang (berikut bunga) tersebut diperoleh dari pendapatan negara baik dari sektor minyak dan gas (migas) maupun sektor non migas termasuk penerimaan dari sektor pajak. Hal ini dapat dilihat pada Anggaran Pendapatan Pembelanjaan Negara (APBN) yang secara rutin disusun dan ditetapkan oleh pemerintah bersama-sama anggota DPR. Pada kurun waktu beberapa tahun belakang ini, dalam APBN penerimaan negara dari sektor pajak setiap tahun terlihat semakin diperbesar. Penerimaan negara pada tahun 2006 sebesar Rp.399,3 triliun atau sebesar 95,9% berasal dari penerimaan pajak dalam negeri dan sisanya Rp.17 triliun (4,1%) berasal dari perdagangan internasional seperti Bea Masuk dan atau punggutan ekspor. Dalam cetak biru (blue print) yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak melalui keputusan Dirjen Pajak nomor KEP-178/PJ/2004 menyatakan bahwa pada tahun 2010 Indonesia akan memasuki era yang disebut dengan “APBN Mandiri”. Yaitu era yang diharapkan anggaran pendapatan dan penerimaan negara seluruhnya (100%) akan diperoleh dari sektor pajak sedangkan sektor lainnya (migas dan non migas diluar pajak) merupakan surplus, ini semua tidak dapat tanpa partisipasi, kesadaran, kepedulian serta tanggung jawab rakyat Indonesia kepada negara secara aktif yang mana merupakan perwujudan pengabdian dan peran serta warga dalam membiayai keperluan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan devisa negara dan juga menghadapi tantangan global yang akan terjadi tahun 2010, maka pemerintah memberikan fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) kepada perusahaan-perusahaan yang ada di indonesia, agar dapat ikut bersaing dsalam kancah perekonomian tidak saja didalam negeri tapi juga diluar negeri. Fasilitas KITE berupa pembebasan impor atas Pajak Pertambahan Bilai (PPn), PPnBM, Bea Masuk. Dengan adanya fasilitas KITE ini akan memberikan manfaat yang begitu besar bagi perusahaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A 168 / 09 Qib p
Uncontrolled Keywords: Produk domestic Bruto
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ4629-4830 Income tax
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ6603-7390 Customs administration
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ9701-9940 Public accounting. Auditing
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
MARIATUL QIBTHIAH, 040234664 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHeru Tjaraka, Drs.,H.,M.Si.,AkUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 02 Sep 2009 12:00
Last Modified: 24 Jul 2016 15:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/2135
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item