KAJIAN EKSTRAK DAUN JARONG (Ackyranthes aspera Linn) SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT KONTRASEPSI PADA TIKUS PUTIH

DITTO PRASETYA, 069812587 (2004) KAJIAN EKSTRAK DAUN JARONG (Ackyranthes aspera Linn) SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT KONTRASEPSI PADA TIKUS PUTIH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
dito.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-prasetyadi-1718-kh47-06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini adalah kajian ekstrak Achyranthes aspera linn sebagai bahan kontrasepsi pada tikus putih sebagai langkah awal penggunaan obat Keluarga Berencana peroral dengan bahan baku tanaman asli Indonesia dengan efek samping yang minimal. Sejumlah 25 ekor tikus putih betina dewasa kelamin dan pernah beranak (pluripara) telah dikawini dengan indikasi terdapat sumbat vagina (vaginal plug) kemudian dikarantina selama 24 jam lalu dikenakan perlakuan setelah itu dipelihara selama 16 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) yang terbagi menjadi lima perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 25 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Ekstrak Achyranthes aspera linn diberikan secara peroral sesuai perlakuan, pada kontrol (P0) pemberian NaCl fisiologis. perlakuan pertama (P1) pemberian ekstrak dengan takaran 30 mg / kg BB, perlakuan kedua (P2) pemberian ekstrak dengan takaran 100 mg / kg BB. perlakuan ketiga (P3) pemberian ekstrak dengan takaran 300 mg / kg BB. perlakuan keempat (P4) pemberian ekstrak dengan takaran 500 mg / kg BB. Ekstrak Achyranthes aspera Linn diberikan 24 jam setelah tampak vagina plug. Pembedahan dan perhitungan jumlah kebuntingan dan anak setelah pemeliharaan selama 16 hail setelah perlakuan. Hasil penehtian menunjukan bahwa ekstrak Achyranthes aspera Linn yang diberikan secara peroral dapat menurunkan angka kebuntingan sebesar 64 % dan uji Fisher diperoleh Fh;tung > Ftabel 0,01 menunjukan penurunan jumlah fetus yang sangat nyata walaupun pada uji BNT 1 % tidak didapatkan perlakuan yang terbaik diantara perlakuan (tidak termasuk kontrol).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 47/06 Pra k
Uncontrolled Keywords: AMARANTHACEAE; INTRAUTERINE CONTRACEPTIVES
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG133-137.6 Conception. Artificial insemination. Contraception
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
DITTO PRASETYA, 069812587UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRomziah Sidik, Hj., Ph.D., DrhUNSPECIFIED
ContributorEndang Dewi Mashithah, M.P., IrUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 22 Aug 2006 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 03:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21391
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item