KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-γ) SISTEMIK PADA MENCIT BUNTING YANG DIINFEKSI TOXOPLASMA GONDII

Nur Agustin Purnamasari, 069912650 (2004) KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-γ) SISTEMIK PADA MENCIT BUNTING YANG DIINFEKSI TOXOPLASMA GONDII. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-purnamasar-1868-kkckk8-k.pdf

Download (356kB) | Preview
[img] Text (FULTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-purnamasar-1868-kh85_06-k.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar IFN-γ sistemik (dalam serum) pada mencit bunting yang diinfeksi Toxoplasma gondii pada umur kebuntingan trimester pertama dan ketiga. Sejumlah 42 ekor mencit betina BALB/C berumur 2 bulan, dibagi menjadi 6 kelompok dan tiap kelompok 7 ulangan. Disain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola Faktorial 2x3. Pada penelitian ini terdiri dari 2 grup perlakuan (satu grup tidak diinfeksi dan satu grup diinfeksi dengan T. gondii dosis 20 kista), masing-masing grup terdiri dari 3 kelompok (tidak bunting, bunting 4,5 hari dan bunting 14,5 hari). Infeksi pada mencit dilakukan dengan per oral. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Ragam yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi T. gondii menginduksi produksi IFN-γ secara sistemik (pada serum mencit). Produksi IFN-γ dalam serum mencit tidak bunting lebih tinggi dari mencit bunting dan umur kebuntingan tidak mempengaruhi jumlah produksi IFN-γ dalam serum. Toxoplasmosis yang disebabkan oleh T. gondii dianggap sebagai penyakit yang sangat menakutkan bagi calon ibu hal ini timbul karena kurangnya informasi mengenai penyakit ini. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran atau bayi yang terinfeksi menunjukkan kelahiran normal namun dalam waktu beberapa bulan sampai tahun dan kebanyakan mereka mengalami infeksi mata hebat, hidrosefalus, hambatan perkembangan mental, dan sebagainya. Toxoplasma gondii menginduksi IFN-γ dalam jumlah yang tinggi pada awal infeksi sebagai hasil awal sel T terutama dalam hal ini adalah sel Th1. Pada kondisi bunting dihasilkan hormon kebuntingan yang mengubah pola produksi kearah sitokin yang dihasilkan Th2. Th2 ini mempunyai efek counter-regulatory terhadap Th1. Jika infeksi terjadi pada trimester satu dengan kadar hormon progesteron rendah maka bias Th2 juga rendah apabila infeksi terjadi pada trimester tiga maka bias ke arah Th2 juga kuat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 85/06 Pur k
Uncontrolled Keywords: INTERFERON; TOXOPLASMA GONDII
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Nur Agustin Purnamasari, 069912650UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Subekti B S, Prof., Dr., Hj., DEA., DrhUNSPECIFIED
ContributorNanik Sianita, SU., DrhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 04 Sep 2006 12:00
Last Modified: 11 Feb 2019 03:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21395
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item