PENGGUNAAN WHOLE CELL DAN EXTRACELLULER PRODUCT DARI Vibrio alginolyticus SEBAGAI VAKSIN SECARA ORAL PADA BENIH IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscogutattus)

DARUTI DINDA NINDARWI, 060110020 P (2006) PENGGUNAAN WHOLE CELL DAN EXTRACELLULER PRODUCT DARI Vibrio alginolyticus SEBAGAI VAKSIN SECARA ORAL PADA BENIH IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscogutattus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-nindarwida-3142-kkckkk-k.pdf

Download (424kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-nindarwida-3142-khbp20-p.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan kerapu (Epinephelus spp.) merupakan salah satu komoditi perikanan yang bernilai tinggi, baik di pasaran nasional maupun internasional. Salah satu jenis ikan kerapu yang saat ini sedang dikembangkan atau dibudiayakan adalah ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Ikan kerapu macan banyak diminati oleh sebagian besar penduduk dunia untuk dikonsumsi karena gizinya tinggi, dagingnya lembut dan rasanya sangat lezat. Salah satu kendala dari usaha budidaya ikan kerapu macan yaitu tingginya angka kematian pada stadia benih, bahkan dapat mencapai 100%. Hal utama penyebab tingginya angka kematian benih adalah penyakit. Vibriosis merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya pada ikan air laut maupun air payau. Vibriosis disebabkan oleh infeksi bakteri pathogen dari genus Vibrio spp., salah satu spesies dari genus bakteri Vibrio spp. yang sering ditemukan menginfeksi benih ikan kerapu macan adalah bakteri Vibrio alginolyticus. Penggunaan Whole cell dan Extraceluller Product dari bakteri Vibrio alginolyticus sebagai vaksin yang diberikan melalui oral pada benih ikan kerapu macan, diharapkan dapat memberikan proteksi terhadap infeksi bakteri Vibrio alginolyticus. Penelitian ini diharapkan dapat menjawab permasalahan (1) apakah penggunaan Whole Cell dari Vibrio alginolyticus sebagai vaksin dapat memberikan proteksi terhadap infeksi bakteri Vibrio alginolyticus (2) apakah penggunaan Extraceluller Product dari Vibrio alginolyticus sebagai vaksin dapat memberikan proteksi terhadap infeksi bakteri Vibrio alginolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proteksi yang ditimbulkan dari penggunaan Whole Cell dan Extraceluller Product sebagai vaksin pada benih ikan kerapu macan, sehingga dapat meningkatkan sintasan, RPS, titer antibodi dan gambaran histopatologis pada benih ikan kerapu macan. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa tempat yaitu Topical Deseases Centre Universitas Airlangga Surabaya, Laboratorium Hama dan penyakit Ikan Balai Budidaya Air Payau Situbondo, laboratorium patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airingga Surabaya dan Laboratorium Biokimia Universitas Brawijaya Malang. Parameter utama yang diamati pada penelitian ini antara. lain : nilai sintasan (%), karakterisasi protein antigen, Relatif Percent Survival (RPS, %), titer antibodi dan gambaran histopatologis. Tahapan kerja dari penelitian ini meliputi : 1) Penelitian pendahuluan, untuk menentukan LD 50, 2) Pembuatan Whole Cell Vaccine dan Extraceluller Product Vaccine, 3) Tahap vaksinasi oral, 4) Uji tantang bakteri Vibrio alginolyticus terhadap benih ikan kerapu macan dengan metode injeksi intamuskular. Hasil dari penelitian ini diperoleh LD 50 sebesar 9,5 x 103 CFU/ml, untuk penghitungan sintasan pada Whole Cell yaitu 85%, ECP 60% dan kontrol 10%; Relative Percentace Survival (RPS) pada Whole Cell yaitu (82,5%) dan ECP yaitu (33%) sedangkan nilai titer antibodi pada Whole Cell yaitu 1024, pada ECP yaitu 128 dan pada kontrol 32. Karakterisasi protein antigen melalui elektroforesis SDS-PAGE hasilnya pada protein WCV diperoleh 5 macam protein dengan berat molekul yang berbeda yaitu protein B1 (116 kda), protein B2 (97 kda), protein B3 (66 kda), protein B4 (45 kda) dan protein B5 (21 kda) sedangkan pada protein ECP hanya 2 macam protein yang terbentuk dengan pita band yang tipis yaitu protein C1 (45 kda) dan C2 (31 kda), untuk hasil histopatologis diperoleh gambaran terdapat kerusakan jaringan pada organ hepar karena infeksi bakteri patogen, kerusakan jaringan tersebut antara lain terjadi nekrosis dan degenerasi. Tingkat keparahan paling tinggi secara berturut-turut yaitu pada kontrol, perlakuan ECP dan paling rendah pada perlakuan WCV.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH BP 20/06 Nin p
Uncontrolled Keywords: IMMUNODIFFUSION; REPRODUCTION
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH213-216.55 By oceans and seas
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
DARUTI DINDA NINDARWI, 060110020 PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHari Suprapto, Dr., M.Agr., IrUNSPECIFIED
ContributorAGOES SOEGIANTO, DrUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 08 Dec 2006 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 03:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21424
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item