ANALISIS PROTEIN CACING TOXOCARA SPP. ISOLAT LOKAL DARI ANJING DAN KUCING DENGAN TEKNIK SDS-PAGE

Hedy Kuncoro, 060213050 (2006) ANALISIS PROTEIN CACING TOXOCARA SPP. ISOLAT LOKAL DARI ANJING DAN KUCING DENGAN TEKNIK SDS-PAGE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Hedy Kuncoro.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-kuncorohed-4786-kh1690-a.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Toxocara canis dan T. cati adalah cacing Nematoda yang dapat menyebabkan penyakit toxocariasis yang bersifat zoonosis. Habitat cacing T. canis adalah pada usus halus anak anjing, anjing jantan dan serigala, sedangkan pada T. cati adalah pada usus halus anak kucing dan kucing jantan dewasa. Toxocariasis pada manusia dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya antara lain Ocular Larva Migrans (OLM) dan Visceral Larva Migrans (VLM). Penelitian berikut ini dilaksanakan untuk mengetahui profil protein Excretory-secretory (E-S) dan intestin dari T. canis dan T. cati berdasarkan berat molekulnya. Excretory-secretory (E-S) T. canis dan T. cati yang diperoleh dari hasil inkubasi cacing tersebut pada suhu 37° C dengan media yang diberi PBS 10%. Substansi excretory dan secretory yang dihasilkan cacing tersebut kemudian dipadatkan di Laboratorium Helminthiasis, Tropical Desease Center dengan cara di-sentrifuge pada suhu 40 C dengan kecepatan 35.000 rpm selama 20 menit. Hasil sentrifuge yang berupa endapan tersebut siap dilakukan analisis protein dengan teknik SDS-PAGE. Homogenat intestin didapatkan dari hasil pembedahan cacing dewasa T. canis dan T. cati, hasil koleksi intestin tersebut kemudian dilakukan penggerusan. Hasil gerusan intestin cacing tersebut, kemudian di-sentrifuge dengan kecepatan 4000 rpm dalam waktu kurang lebih 5 menit. Supernatan hasil sentrifuge, diambil dan dipindah ke mikrotube untuk dilabel dan disimpan pada frezeer dengan suhu -30° C agar sampel tidak mudah rusak. Supernatan hasil sentrifuge tersebut siap dilakukan running dengan teknik SDS-PAGE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intestin T. canis mempunyai berat molekul 206,8; 140,3; 55,5; 51,0; 44,5; 42,0; 40,5; 37,5; 34,4; 21,5; 17,4; 10,0 kDa, sedangkan intestin T. cati mempunyai berat molekul 206,8; 140,3; 112,8; 84,1; 70,0; 62,7; 55,5; 50,4; 45,9; 43,2; 40,5; 38,3; 36,8; 35,1; 33,0; 31,3; 29,5; 25,2; 23,0; 21,5; 17,4; 10,0 kDa. Pada E-S T. cati mempunyai berat molekul 206,8; 40,5; 38,3; 36,8; 32,3; 10,0 kDa, sedangkan E-S T. canis mempunyai berat molekul 206,8; 107,3; 102,3; 93,4; 60,9; 46,8; 44,5; 40,5; 38,3; 36,8; 35,1; 32,3; 30,2; 27,4; 23,0; 10,0 kDa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut agar dapat diperoleh protein spesifik pada T. canis dan T. cati isolat lokal yang dapat dijadikan sebagai bahan diagnosis toxocariasis secara imunologis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 169/06 Kun a
Uncontrolled Keywords: SDS-PAGE, excretory-secretory, intestine, T. canis, T. cati
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF409 Small animal culture
S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF421-440.2 Dogs. Dog racing
S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF441-450 Cats
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Hedy Kuncoro, 060213050UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTutik Juniastuti, M.Kes., drhUNSPECIFIED
ContributorSri Mumpuni, M.Kes., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 15 Jun 2007 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 04:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21435
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item