PREVALENSI HELMINTIASIS SALURAN PENCERNAAN MELALUI PEMERIKSAAN FESES PADA SAPI DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR (LPA) KECAMATAN BENOWO SURABAYA

Ratih Prajnya Paramitha, 060810150 (2012) PREVALENSI HELMINTIASIS SALURAN PENCERNAAN MELALUI PEMERIKSAAN FESES PADA SAPI DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR (LPA) KECAMATAN BENOWO SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-paramithar-22119-6.abstr-t.pdf

Download (216kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
18.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Helmintiasis saluran pencernaan merupakan penyakit yang sering menyerang sapi. Kejadian penyakit tersebut dapat disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik. Faktor ekstrinsik antara lain manajemen pemeliharaan yang buruk, kondisi lingkungan, iklim, musim, pakan yang terkontaminasi telur cacing, sedangkan faktor intrinsik antara lain kepekaan sapi terhadap infeksi cacing saluran pencernaan yang dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin dan kondisi sapi (imunitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi helmintiasis saluran pencernaan melalui pemeriksaan feses, jenis cacing yang menginfeksi saluran pencernaan serta pengaruh faktor umur dan jenis kelamin terhadap infeksi cacing saluran pencernaan pada sapi yang dipelihara di LPA Benowo-Surabaya. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 2-16 Maret 2012 dengan dilakukan pengambilan sebanyak 41 sampel feses sapi di LPA Benowo-Surabaya. Sampel feses diperiksa dengan metode sederhana (natif), metode sedimentasi sederhana (simple sedimentation method) dan metode pengapungan Fulleborn. Dari keseluruhan sampel feses sapi yang positif akan dihitung angka prevalensinya, sedangkan untuk mengetahui adanya pengaruh faktor umur (berumur kurang dari satu tahun dan berumur lebih dari satu tahun) dan jenis kelamin (jantan dan betina) terhadap infeksi cacing saluran pencernaan pada sapi di LPA Benowo-Surabaya menggunakan analisis statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi helmintiasis saluran pencernaan melalui pemeriksaan feses pada sapi di LPA Benowo-Surabaya sebesar 73%. Ditemukan enam jenis cacing yang semuanya berasal dari kelas Nematoda yaitu Oesophagostomum sp., Bunostomum sp., Trichostrongylus sp., M. digitatus, T. vitulorum dan Trichuris sp. Faktor umur dan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap infeksi cacing saluran pencernaan pada sapi di LPA Benowo-Surabaya, artinya sapi yang berumur kurang dari satu tahun dan lebih dari satu tahun maupun sapi jantan dan betina mempunyai kesempatan sama untuk terinfeksi cacing saluran pencernaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 92 / 12 Par p
Uncontrolled Keywords: HELMINTHIASIS
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Ratih Prajnya Paramitha, 060810150UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRahaju Ernawati, Prof., Dr., drh., M.Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 03 Jan 2013 12:00
Last Modified: 15 Sep 2016 09:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21543
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item