HUBUNGAN RASIO INDUK JANTAN DAN BETINA Daphnia sp. TERHADAP EFISIENSI PERKAWINAN DAN PRODUKSI EPHIPIA

DWI ERNAWATI, 060310108 P (2008) HUBUNGAN RASIO INDUK JANTAN DAN BETINA Daphnia sp. TERHADAP EFISIENSI PERKAWINAN DAN PRODUKSI EPHIPIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-ernawatidw-9874-khbp03-k.pdf

Download (453kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-ernawatidw-9475-khbp03-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Daphnia sp. merupakan pakan alami yang banyak digunakan dalam budidaya ikan khususnya pembenihan. Selama ini, kultur untuk mendapatkan Daphnia sp, dilakukan dengan cara konvensional, yaitu dengan menggunakan induk Daphnia sp. dari alam atau hasil kultur sebelumnya. Kultur dengan cara ini memungkinkan adanya kontaminasi jenis zooplankton yang lain seperti Moina sp. dan Infusoria sp. Hal ini menyebabkan kultur menjadi tidak murni dan sulit untuk mencapai puncak populasi. Kultur murni Daphnia sp. membutuhkan starter yang tidak terkontaminasi. Kebutuhan starter tersebut dapat terpenuhi dengan memanfaatkan ephipia. Tetapi, ketersediaan ephipia yang dihasilkan melalui kultur konvensional masih sangat sedikit. Untuk itu, diperlukan metode yang tepat untuk menghasilkan ephipia dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Produksi ephipia akan meningkat apabila efisiensi perkawinan tinggi dan untuk itu diperlukan sex ratio induk Daphnia sp. yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sex ratio induk Daphnia sp. terhadap efisiensi perkawinan dan produksi ephipia. Induk jantan dan betina Daphnia sp. dengan rasio masing-masing perlakuan dimasukkan ke dalam bak plastik yang berisi 600 ml air. Rendaman dedak diberikan setiap hari dengan dosis 3 ml pada setiap perlakuan hingga akhir penelitian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan sex ratio induk Daphnia sp. dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi A (30 induk betina dan 1 induk jantan Daphnia sp.), B (30 induk betina dan 2 induk jantan Daphnia sp.), C (30 induk betina dan 3 induk jantan Daphnia sp.), D (60 induk betina dan 1 induk jantan Daphnia sp.), E (60 induk betina dan 2 induk jantan Daphnia sp.), F (60 induk betina dan 3 induk jantan Daphnia sp.), G (90 induk betina dan 1 induk jantan Daphnia sp.), H (90 induk betina dan 2 Induk jantan Daphnia sp.) dan I (90 induk betina dan 3 induk jantan Daphnia sp.). Efisiensi perkawinan Daphnia sp. dipengaruhi oleh sex ratio induk Daphnia sp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi perkawinan tertinggi (86,67%) terjadi pada perlakuan G yang menggunakan 90 induk betina dan 1 induk jantan. Produksi ephipia tertinggi terjadi pada perlakuan G sebanyak 67,37 %. Kualitas ephipia yang healthy-looking tertinggi (92 %) pada perlakuan A. Kualitas air secara keseluruhan masih berada pada kisaran optimal untuk kultur Daphnia sp., yaitu suhu air berada pada kisaran 28-30 °C; oksigen terlarut 3,0-4,4 mg/l dan pH 6,8-7,4.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH BP 03/08 Ern h
Uncontrolled Keywords: Pakan alami; Budidaya Ikan
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF409 Small animal culture
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DWI ERNAWATI, 060310108 PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorA. Shofy Mubarak, S.Pi., M.SiUNSPECIFIED
ContributorRr. Juni Triastuti, S.Pi., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 04 May 2009 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 04:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21671
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item