PENGGUNAAN DELTAMETHRIN SEBAGAI PENGENDALI EKTOPARASIT ArguIus sp PADA IKAN MASKOKI (Carassius auratus L)

SITTA HUSNAWATI, 060110029 P (2006) PENGGUNAAN DELTAMETHRIN SEBAGAI PENGENDALI EKTOPARASIT ArguIus sp PADA IKAN MASKOKI (Carassius auratus L). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-husnawatis-2020-khbp10-k.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-husnawatis-2020-khbp10-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Budidaya ikan hias dapat dijadikan alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan. Usaha ini dapat dilakukan pada lahan terbatas dengan teknologi yang sederhana, disamping itu peluang pasarnya terbuka di dalam dan luar negeri. Salah satu ikan hias yang banyak dibudidayakan adalah ikan Maskoki (Carassius auratus). Namun budidaya ikan Maskoki dapat mengalami kendala dengan adanya serangan ektoparasit Argulus sp. Luka yang disebabkan infestasi Argulus ini dapat menimbulkan infestasi sekunder yang mengakibatkan kematian masal. Penggunaan deltamethrin dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengendalikan infestasi Argulus. Untuk penggunaan deltamethrin ini perlu diperhatikan mengenai pengaruh pemberian deltamethrin dan dosis optimal deltamethrin dalam mengendalikan infestasi Argulus pada ikan Maskoki. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut meliputi 5 dosis perendaman yang berbeda yaitu A (0,05 ppm), B (0,10 ppm), C (0,15 ppm), D (0,20 ppm) dan E (0,25 ppm). Tiap bak percobaan diisi 5 ekor ikan dan diinfestasi 15 ekor Argulus selama 3 ban. Setelah 3 hari ikan yang mendapat perlakuan perendaman A, B, C, D, dan E direndam dalam larutan deltamethrin selama 30 detik. Pada kontrol positif (infeksi) dan negatif (tanpa infeksi), tidak mendapat perlakuan perendaman. Parameter uji meliputi persentase infestasi dan kelulusan hidup ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis yang berbeda memberikan basil yang sama. Setelah dilakukan perendaman dengan deltamethrin menunjukkan bahwa persentase infestasi adalah 0 % pads semua perlakuan di akhir penelitian, kecuali pads kontrol positif yang tidak mengalami perlakuan perendaman. Kelulusan hidup ikan adalah 100 % pads akhir penelitian. Dosis optimum diketahui dengan melakukan pengamatan terhadap waktu lepas Argulus dari tubuh ikan. Menunjukkan bahwa dengan dosis E 0,25 ppm memiliki rata- rata waktu lepas paling cepat yaitu 434,7 detik. Untuk perlakuan A dengan dosis 0,05 ppm memiliki rata- rata waktu lepas paling lama yaitu 664 detik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKC KH BP 10/ 06 Hus p
Uncontrolled Keywords: GOLDFISH; ARGULIDAE
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF810 Veterinary parasitology
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
SITTA HUSNAWATI, 060110029 PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKismiyati, Ir., M.SiUNSPECIFIED
ContributorKoesnoto S P, Dr., MS., DrhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 13 Sep 2006 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 02:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21693
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item