Uji Sensitivitas dan Spesifisitas Antigen P70 Toxocara Cati pada Kucing dengan Teknik Indirect-ELISA

Siti Ulfa Dina Fitria, 060610268 (2011) Uji Sensitivitas dan Spesifisitas Antigen P70 Toxocara Cati pada Kucing dengan Teknik Indirect-ELISA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-fitriasiti-19506-kh1711-k.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-fitriasiti-16269-kh1711-u.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Cacing Toxocara cati ini memiliki ukuran panjang 3-6 cm, untuk cacing yang berjenis kelamin jantan danb memiliki spicula unequal dengan panjang 1,63-2,08 mm. Sedangkan pada cacing betina memiiki ukuran yang lebih panjang, yakni mencapai ukuran 4-10 cm. Cacing T. cati tersebut memiliki cervical alae yang sangat lebar dan bergaris. Telur T. cati memiliki ukuran 65-75 mikron. Host definitif dari T. cati adalah anak kucing jantan dan betina berumur dibawah 3 bulan dan juga kucing jantan dewasa, dan ada juga host abberant yaitu pada kucing betina dewasa dan juga manusia. Penelitian dilakukan dibeberapa tempat, yakni: Laboratorium Helmintologi; Laboratorium Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan Airlangga, Surabaya; dan Laboratorium Helminthiasis ITD Universitas Airlangga, Surabaya, pada bulan Nopember 2010 sampai dengan bulan Januari 2011. Kucing yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 30 ekor, yang terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan feses menggunakan metode natif, yang kemudian diketahui 6 kucing jantan dewasa ditemukan telur T. cati dalam feses, 6 kucing jantan tidak ditemukan telur T. cati dalam feses, 6 kucing betina dewasa tidak ditemukan telur T. cati dalam feses, 6 kucing berumur kurang dari 3 bulan ditemukan telur T. cati dalam feses, dan 6 kucing berumur kurang dari 3 bulan tidak ditemukan telur T. cati dalam feses. Nilai OD pada kucing jantan pada pemeriksaan feses positif (PF+) minimum 0,489 maksimum 0,745, sedangkan pada kucing jantan PF- nilai OD minimum 0,298 maksimum 0,494. Nilai OD pada kucing betina PF- minimum 0,258 maksimum 0,398, sedangkan pada anak kucing PF+ minimum 0,508 maksimum 0,749 dan pada anak kucing PF- minimum 0,215 maksimum 0,332. Data dianalisis dengan menggunakan uji F (one way anova) rata-rata nilai OD menunjukkan perbedaan sangat signifikan (p < 0,01) di antara kelompok kucing. Berdasarkan uji HSD(5%) dapat diketahui bahwa rata-rata OD tertinggi didapatkan pada kelompok kucing jantan dan anak kucing yang positif pada pemeriksaan feses (PF+). Rata-rata OD dari kedua kelompok kucing PF+ tersebut menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok kucing jantan PF-, kucing betina PF- dan anak kucing PF-. Diketahui pula bahwa rata-rata nilai OD di antara kelompok kucing PF- menunjukkan perbedaan tidak signifikan (p > 0,05). Berdasarkan tabulasi silang, dapat diketahui nilai OD + hasil ELISA sebesar 12 dari 12 sampel serum kucing yang menunjukkan hasil positif terinfeksi Toxocara spp. pada pemeriksaan feses, sehingga didapatkan nilai sensitivitas 100%. Nilai OD - hasil ELISA sebesar 16 dari 18 sampel serum kucing yang menunjukkan hasil negatif (-) pada pemeriksaan feses, sehingga didapatkan nilai spesifisitas sebesar 88,9%, sedangkan false positif adalah sebesar 11,1%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 17/11 Fit u
Uncontrolled Keywords: Toxocara
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF810 Veterinary parasitology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Siti Ulfa Dina Fitria, 060610268UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKusnoto,, Dr. drh., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 12 Aug 2011 12:00
Last Modified: 27 Jul 2016 05:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21807
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item