KANDUNGAN SERAT KASAR DAN BAHAN ORGANIK SILASE PUCUK TEBU (Saccharum officinarum, linn) DENGAN PENAMBAHAN Lactobacillus plantarum

NANIK HIDAYATIK, 060810278 (2012) KANDUNGAN SERAT KASAR DAN BAHAN ORGANIK SILASE PUCUK TEBU (Saccharum officinarum, linn) DENGAN PENAMBAHAN Lactobacillus plantarum. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2012-hidayatikn-21812-4.abstra-t.pdf

Download (281kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
hidayatik.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penurunan serat kasar dan peningkatan bahan organik silase pucuk tebu dengan penambahan Lactobacillus plantarum yang diinkubasi selama 30 hari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2012 di Ex-Laboratorium Makanan Ternak, Laboraturium Bakteriologi dan Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dan Laboraturium Kimia Analitik, Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Prosedur penelitian pembuatan silase pucuk tebu dimulai dengan menyiapkan pucuk tebu yang diangin-anginkan selama 12 jam. Kemudian dipotong-potong sepanjang 5-10 cm, dibagi secara acak menjadi 20 unit percobaan masing-masing dengan berat 500 gram. Perlakuan pucuk tebu dengan cara menambahkan tetes 5% dan bakteri Lactobacillus plantarum (0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5%) selanjutnya dicampur secara merata hingga homogen. Setelah itu, dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dipadatkan untuk meminimalkan udara. Plastik diikat rapat dan kuat agar keadaan anaerob tercapai. Setiap kantong plastik pada tiap perlakuan diberi kode sesuai dengan perlakuannya dan disimpan dalam drum plastik selama 30 hari. Setelah 30 hari, sampel bahan penelitian dibuka, kemudian dilakukan pengamatan terhadap pH, warna, bau dan tekstur silase pucuk tebu, serta dilakukan analisis proksimat kandungan serat kasar dan bahan organik. Berdasarkan uji Jarak Duncan diketahui bahwa kandungan serat kasar tertinggi adalah P0 (0%) yang tidak berbeda nyata (p<0,05) dengan P1 (0,1%) dan P3 (0,5%). Kandungan serat kasar terendah adalah P2 (0,3%) yang berbeda nyata P0 (0%), tetapi tidak berbeda nyata dengan P1 dan P3, serta perlakuan yang menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tertinggi adalah P0 yang tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan P3, namun berbeda nyata dengan P1 dan P2. Kandungan bahan organik terendah pada P2 yang berbeda nyata dengan P0 dan P3, namun tidak berbeda nyata dengan P1. Tetapi, antara P1 dengan P3 tidak berbeda nyata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH 115/12 Hid k
Uncontrolled Keywords: BACTERIA
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
NANIK HIDAYATIK, 060810278UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIsmudiono, Prof. Dr. , MS., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 18 Dec 2012 12:00
Last Modified: 25 Aug 2016 07:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21824
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item