KOMBINASI PROSTAGLANDIN F2 ALPHA (PGF2a) SECARA INTRA VULVA DENGAN PREGNANT MARE SERUM GONADOTROPIN (PMSG) DOSIS RENDAH TERHADAP ANGKA BIRAHI DAN KEBUNTINGAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE)

Adorsina D. Wompere, 069712464 (2006) KOMBINASI PROSTAGLANDIN F2 ALPHA (PGF2a) SECARA INTRA VULVA DENGAN PREGNANT MARE SERUM GONADOTROPIN (PMSG) DOSIS RENDAH TERHADAP ANGKA BIRAHI DAN KEBUNTINGAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-wompereado-2995-fkh139_-k.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wompereado-2995-kh139_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kombinasi hormon PGF2α secara intra vulva dengan PMSG dosis rendah 50 IU dan 100 IU secara intra muscular dapat menginduksi birahi dan memberikan pengaruh terhadap persentase kebuntingan pada kambing PE. Sejnmlah 48 ekor kambing PE yang sehat dan tidak bunting dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama (P0) sebagai kontrol berjumlah 16 ekor di suntik PGF2a 5 mg secara intra vulva. Dan kelompok perlakuan, kelompok kedua (P1) berjumlah 16 ekor disuntik kombinasi antara PGF2α 5 mg secara intra vulva dengan PMSG 50 IU secara intra muscular dan kelompok ketiga (P2) berjumlah 16 ekor disuntik kombinasi antara PGF2α 5 mg secara intravulva dengan PMSG 100 IU secara intra muscular. Pengamatan birahi dilakukan sejak penyuntikan PGF2α dan kombinasi PGF2α dan PMSG selama 3 hari. Kambing yang menunjukkan gejala birahi diiinseminasi dengan menggunakan semen cair yang telah diencerkan dengan susu sebanyak 10 kali. Inseminasi menggunakan IB gun khusus untuk kambing. Sekitar tiga bulan pelaksanaan Inseminasi Buatan dilakukan pemeriksaan kebuntingan dengan cara palpasi abdominal untuk mengetahui jumlah kambing yang bunting. Hasil penelitian menunjukkan (p > 0,05) tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kelompok kontrol (P0) dengan kelompok perlakuan (P1 dan P2). Kelompok (P0) yang birahi 11 ekor, kelompok P1 yang birahi 13 ekor dan kelompok (P2) yang birahi 15 ekor. Sedangkan kebuntingan pada kelompok kontrol (P0) 10 ekor, kelompok (P1) 11 ekor dan kelompok (P2) 13 ekor. Dengan demikian disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara dan dosis yang tepat untuk sinkronisasi birahi dalam rangka peningkatan populasi ternak kambing PE.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK KH. 139/06 Wom k
Uncontrolled Keywords: SHHEP; PROSTAGLANDIN
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K85-89 Legal research
Q Science > QA Mathematics > QA11-14 Study and Teaching, Research
R Medicine > R Medicine (General) > R5-920 Medicine (General)
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Adorsina D. Wompere, 069712464UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEmile. B. S Tjahjokoesoemo, M.S.,DrhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 24 Nov 2006 12:00
Last Modified: 06 Aug 2016 12:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21843
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item