HUBUNGAN ANTARA KNUCKLE HEIGHT DENGAN TIMBULNYA KELELAHAN FISIK YANG DIUKUR SECARA OBYEKTIF PADA MAHASISWA FAKULUTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Fiki Wulan Riasartika, 100411352 (2008) HUBUNGAN ANTARA KNUCKLE HEIGHT DENGAN TIMBULNYA KELELAHAN FISIK YANG DIUKUR SECARA OBYEKTIF PADA MAHASISWA FAKULUTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-riasartika-9640-fkm110-k.pdf

Download (376kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-riasartika-9395-fkm11-08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemindahan bahan secara manual apabila tidak dilakukan secara ergonomis bisa menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja timbul dikarenakan sebelumnya pekerja telah mengalami kelelahan, dimana beban kerja yang diterima oleh pekerja tidak sesuai dengan kemampuan fisiknya. Selain itu masalah yang bisa menimbulkan kelelahan kerja adalah antropometri. Permasalahannya dari beberapa penelitian, pembahasan mengenai antropometri yang dikaitkan dengan kapasitas beban yang boleh diangkat tidak membahas faktor kelelahan yang timbul. Sehingga perlu dianalisis adanya kelelahan yang disebabkan oleh salah satu ukuran tubuh yang digunakan untuk aktifitas angkat jinjing Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara knuckle height dengan timbulnya kelelahan fisik yang diukur secara obyektif. Berdasarkan pada perlakuan yang diberikan, termasuk jenis penelitian eksperimental semu karena tidak terdapat kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, berjenis kelamin laki - laki yang berusia 19 tahun sampai 30 tahun. Besar populasi (N) 64 orang. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Untuk mempelajari hubungan antara dua variabel yang minimal berskala data ordinal digunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis antara knuckle height dan kelelahan fisik dengan a 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara knuckle height dengan kelelahan fisik, baik pada pengangkatan beban 12 kg (p0,319), 15 kg (p=0,718) maupun 20 kg (p=),585), medan mendatar. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa antropometri tidak mempengaruhi secara langsung timbulnya kelelahan fisik. Lelah atau tidaknya seseorang tergantung dari kondisi fisiknya. Kondisi fisik yang prima bisa dicapai lewat olahraga yang rutin dan makan makanan yang bergizi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 11 08 Ria h
Uncontrolled Keywords: ANTHROPOMETRY; FATIGUE
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Fiki Wulan Riasartika, 100411352UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHM.Sulaksmono,, dr.M.S.MP H SpOkUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 06 Apr 2009 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 07:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21877
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item