EVALUASI PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DIFTERI BERDASARKAN KOMPONEN SURVEILANS DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA TAHUN 2011

MARINDA WIBISONO, 100810364 (2012) EVALUASI PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DIFTERI BERDASARKAN KOMPONEN SURVEILANS DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA TAHUN 2011. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-wibisonoma-21952-7.abstr-.pdf

Download (200kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM.267-12.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular akut dan satu kasus difteri merupakan kejadian luar biasa (KLB). Di Kota Surabaya, jumlah kasus difteri yang terus meningkat setiap tahun. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan dalam penanganan KLB difteri di Kota Surabaya. Peran surveilans sangat dibutuhkan dalam hal ini terutama dalam pengumpulan data hingga pengambilan tindakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyelidikan epidemiologi KLB difteri berdasarkan komponen surveilans di Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang terdiri dari 1 orang Kasie Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Kota Surabaya, 2 orang petugas surveilans Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan 2 orang petugas surveilans puskesmas. Penentuan jumlah informan dilakukan dengan cara purposive. Penelitian dilakukan dengan indepth interview kepada informan dan observasi. Variabel yang diteliti meliputi pengumpulan data, kompilasi data, analisis data, interpretasi data dan diseminasi informasi. Hasil menunjukkan pada tahap pengumpulan data, sumber data dan jenis data telah lengkap, form tersedia, kelengkapan data yang dilaporkan dalam jumlah lengkap, kelengkapan data yang diisikan dalam form tidak lengkap, ketepatan waktu pelaporan mulai dari pasien didiagnosis hingga pelaporan <24 jam sekitar 66%, jumlah dan kompetensi petugas cukup, dana memadai, SOP tidak ada, dan sarana tidak lengkap. Pada tahap kompilasi data sarana yang digunakan lengkap dan metode yang digunakan yakni kompilasi berdasar orang, tempat dan waktu. Tahapan pengolahan dan analisis data, jumlah dan kompetensi petugas cukup, sarana yang digunakan lengkap dan metode yang digunakan benar. Tahap interpretasi data jumlah dan kompetensi petugas cukup, sarana yang digunakan lengkap, metode yang digunakan benar, dan informasi epidemiologi yang dihasilkan lengkap. Tahap diseminasi informasi metode diseminasi yang digunakan dan sasaran diseminasi dilakukan dengan benar. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pelaksanaan penyelidikan epidemiologi difteri dapat dilakukan dengan baik jika diberlakukan peningkatan kerjasama lintas sektor, peningkatan ketrampilan petugas dan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) untuk penyelidikan epidemiologi KLB difteri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.267/12 Wib e
Uncontrolled Keywords: EPIDEMIOLOGY
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MARINDA WIBISONO, 100810364UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono,, drg., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 21 Dec 2012 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 01:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21882
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item