FAKTOR RISIKO TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF (18-60 TAHUN) (Studi Kasus Kontrol di RSUD Kabupaten Nganjuk)

YUNITA DHIANNINGTYAS, 100431312 (2006) FAKTOR RISIKO TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF (18-60 TAHUN) (Studi Kasus Kontrol di RSUD Kabupaten Nganjuk). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-dhianningt-2321-fkm280-k.pdf

Download (379kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-dhianningt-2321-fkm2806.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler yang menjadi risiko utama stroke, payah jantung dan jantung koroner. Tekanan darah manusia merupakan suatu nilai yang berubah-ubah sepanjang hari disebabkan dengan bertambahnya usia, kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti pola makan, aktivitas sehari-hari dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor risiko terhadap terjadinya penyakit hipertensi pads usia produktif (18-60 tahun) di RSUD Kabupaten Nganjuk Rancang bangun penelitian ini. adalah case control. Sampel kasus_ adalah penderita hipertensi usia produktif (18-60 tahun) sebesar 32 orang dan sampel kontrol adalah bukan penderita hipertensi usia produktif (18-60 tahun) sebesar 32 orang. Sampel diambil secara acak sederhana. Analisis data yang digunakan adalah Odds Ratio (OR) pada a = 0,05 untuk mengetahui faktor risiko terhadap terjadinya penyakit hipertensi. HasiI penelitian diperoleh karakteristik yang berisiko terhadap hipertensi adalah umur (OR=4,048; 95%CI= 1,363-12,019), pekerjaan (OR=5,800; 95%CI= 1,448-23,228), sedangkan karakteristik yang tidak berisiko terhadap hipertensi adalah jenis kelamin (OR=1,879 ; 95%C1= 0,696-5,071), pendidikan SLTP(OR= 0,519; 95%CI=0,104-2,581) dan pendidikan SLTA(OR~,778; 95%CI 0,240dibanding dengan pendidikan PT. Kebiasaan yang berisiko terhadap hipertensi adalah merokok (OR=3,400; 95%oCI= 1,179-9,808), konsumsi garam (OR=3,182; 95%GI= 1,145-8,841), sedangkan kebiasaan yang tidak berisiko terhadap hipertensi adalah alkohol terdiri dari peminum berat (OR=2,077 ; 95%CI= 0,177-24,313) dan peminum sectang (OR=1,038; 95%oCI=0,235-4,593) dibanding yang tidak minum, olahraga terdiri dari tidak pernah olahraga (OR=1,029; 95%CI= 0,250-4,235) dan kurang olahraga (OR=1,500; 95%CI= 0,367-6,137) dibanding yang aktif berolahraga. Status kesehatan yang berisiko terhadap hipertensi adalah genetik (OR= 4,259; 95%CI= 1,488-12,192), obesitas (OR=3,385;95%CI= 1,085-10,554) dan gemuk (OR-2,821; 95%CI= 0,577-13.791) dibanding yang normal. Stres berisiko terhadap hipertensi (OR=3,667; 95%C1= 1,303-10,321). Disarankan meningkatkan kewaspadaan diri terhadap terjadinya penyakit hipertensi perlu dilakukan sedini mungkin. Selain itu kepada masyarakat perlu dilakukan penyuluhan tentang penyakit hipertensi serta bahaya yang akan ditimbulkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.28/06 Dhi f
Uncontrolled Keywords: Risk factor, hypertension, productive age.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
YUNITA DHIANNINGTYAS, 100431312UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLucia Y Hendrati, S.Km., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 29 Sep 2006 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 06:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21889
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item