HUBUNGAN ANTARA PAPARAN KEBISINGAN DENGAN KELUHAN TINNITUS PADA TENAGA KERJA (Studi di Unit Power Plant Pusdiklat Migas Cepu)

IPOP SAKTI PURINTYAS, 100211007 (2006) HUBUNGAN ANTARA PAPARAN KEBISINGAN DENGAN KELUHAN TINNITUS PADA TENAGA KERJA (Studi di Unit Power Plant Pusdiklat Migas Cepu). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-purintyasi-2507-fkm114-k.pdf

Download (367kB)
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-purintyasi-2507-fkm114-6.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tinnitus adalah keluhan pendengaran yang umumnya dirasakan sebagai suara berdenging dalam telinga ketika tidak ada suara lain dari luar. Tinnitus terjadi karena adanya kelainan/gangguan pada telinga bagian dalam (koklea) karena gangguan vaskular. Tinnitus adalah gejala yang menyatakan ada semacam kerusakan/kelainan pada sistem pendengaran, sehingga biasanya dihubungkan dengan ketulian. Tinnitus dapat dianggap sebagai prediktor yang sangat penting untuk mengetahui terjadinya ketulian pada seseorang. Karena diperkirakan 90% orang yang menderita tinnitus juga mengalami ketulian. Penyebab utama tinnitus adalah paparan suara yang sangat keras atau kebisingan dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba maupun dalam jangka waktu lama. Pekerja industri merupakan salah satu kelompok beresiko tinggi terkena tinnitus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara paparan kebisingan dengan keluhan tinnitus pada tenaga kerja di Unit Power Plant Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas) Cepu. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional. Responden adalah tenaga kerja di Unit Power Plant Pusdiklat Migas Cepu sebanyak 19 orang. Sedangkan sebagai pembanding (kontrol) adalah tenaga kerja di bagian Lindungan Lingkungan-Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LK3) sebanyak 13 orang. Hubungan antara kebisingan dengan keluhan tinnitus diketahui dengan membandingkan resiko keluhan tinnitus antara tenaga kerja yang terpapar bising dengan tenaga kerja yang tidak terpapar bising. Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan cukup tinggi di Unit Power Plant Pusdiklat Migas cepu, terutama di ruang genset yaitu antara 96,7-107 dB. Prevalensi keluhan tinnitus akibat bising pada responden sampel adalah sebesar 89,5%, sedangkan pada responden kontrol sebesar 23,1%. Sehingga didapatkan hubungan antara paparan kebisingan dengan keluhan tinnitus yaitu responden yang terpapar bising mempunyai resiko terkena tinnitus 28,3 kali lebih besar daripada responden yang tidak terpapar bising. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara masa kerja (p=0,003) dan kebiasaan memakai alat pelindung telinga (p~,018) dengan keluhan tinnitus. Tidak ada hubungan antara umur (p=0,198), dosis kumulatif paparan kebisingan (p=1,00) dan riwayat penyakit terdahulu (p=1,00) dengan keluhan tinnitus. Upaya untuk mengurangi intensitas kebisingan perlu dilakukan, misalnya dengan memasang peredam. Pemeriksaan pendengaran/audiometri secara rutin juga perlu dilakukan mengingat prevalensi tinnitus pada responden yang cukup tinggi untuk mencegah derajat ketulian yang lebih parah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.114/06 Pur h
Uncontrolled Keywords: Tinnitus, noise.
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878-894 Special types of environment. Including soil pollution, air pollution, noise pollution
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Creators:
CreatorsEmail
IPOP SAKTI PURINTYAS, 100211007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSho'im Hidayat, dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 10 Oct 2006 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 17:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21900
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item