HUBUNGAN SISTEM KERJA GILIR DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF PADA KARYAWAN DI PT. SEMEN GRESIK (Persero) Tbk

FARAMITA SETYOWATI, 100210945 I (2006) HUBUNGAN SISTEM KERJA GILIR DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF PADA KARYAWAN DI PT. SEMEN GRESIK (Persero) Tbk. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-setyowatif-2510-fkm116-k.pdf

Download (362kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-setyowatif-2510-fkm116-6.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perusahaan yang harus menerapkan sistem kerja gilir adalah perusahaan yang membutuhkan peningkatan kebutuhan akan produksi dan beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam. Sistem kerja gilir terutama shift malam banyak menimbulkan keluhan karena harus melawan sifat alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari keluhan subyektif pada karyawan unit K3 di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang bekerja dengan sistem kerja gilir dengan cara mempelajari karakteristik responden, beban kerja responden, keluhan subyektif responden serta sistem kerja gilir. Penelitian ini merupakan penelitian observasional-cross sectional serta untuk analisis datanya dilakukan secara analitik di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Sampel penelitian ini adalah seluruh karyawan dengan sistem kerja gilir di unit K3 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang berjumlah 28 karyawan. Variabel babas (Independen variable) yaitu keluhan subyektif karyawan dengan sistem kerja gilir. Variabel tergantung (Dependen variable) yaitu sistem kerja gilir. Data ini disajikan dalam bentuk tabulasi distribusi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden di unit K3 untuk umur didominasi oleh karyawan dengan umur >_50 tahun, seluruh karyawan unit K3 sudah menikah, masa kerja karyawan didominasi oleh karyawan dengan masa kerja 20 tahun, tingkat pendidikan karyawan didominasi oleh karyawan dengan tingkat pendidikan SMA, kuantitas tidur karyawan didominasi oleh karyawan yang mempunyai kuantitas tidur 5–6 jam. Beban kerja responden berdasarkan aktivitas kerjanya termasuk beban kerja sedang. Keluhan subyektif yang paling banyak yaitu pegal-pegal, susah tidur, sakit kepala, mudah tersinggung dan emosional, nyeri punggung dan sakit pada pinggang. Tidak ada hubungan antara keluhan subyektif karyawan dengan karakteristik responden yang meliputi umur, masa kerja, status perkawinan, dan tingkat pendidikan. Ada hubungan antara keluhan subyektif karyawan dengan karakteristik responden yang meliputi kuantitas tidur. Ada hubungan antara keluhan subyektif dengan waktu kerja gilir (shift 1, 2, dan 3). Serta ada hubungan keluhan subyektif dengan waktu timbulnya keluhan (awal, tengah, akhir shift). Karyawan dengan sistem kerja gilir hendaknya lebih bisa untuk mengatur pola tidur, menghindarkan minum kopi dan merokok serta meningkatkan aktivitas olah raga sehingga dapat mengurangi resiko untuk timbul keluhan saat bekerja dengan sistem kerja gilir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.116/06 Set h
Uncontrolled Keywords: hift system, subjective complaints
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD7795-8027 Labor policy. Labor and the state
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Creators:
CreatorsEmail
FARAMITA SETYOWATI, 100210945 IUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIndriati PasKarini, Hj., S,h., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 10 Oct 2006 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 17:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21902
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item