MODIFIKASI BEKATUL DALAM BAHAN DASAR PEMBUATAN CINNAMON FIBER BISCUIT SEBAGAI BISKUIT SEHAT ALTERNATIF MENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF

GUSTI AYU SETRI RATNA DEWI, 100610032 (2010) MODIFIKASI BEKATUL DALAM BAHAN DASAR PEMBUATAN CINNAMON FIBER BISCUIT SEBAGAI BISKUIT SEHAT ALTERNATIF MENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-dewigustia-14749-abstrak-m.pdf

Download (310kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-dewigustia-12305-kkckkf-m.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Prevalensi penyakit degeneratif berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 untuk kota surabaya hampir menyamai jawa timur. Meskipun telah ada kebijakan penanggulangan penyakit degeneratif telah ditetapkan oleh Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada September 2006 dalam Lokakarya Nasional Perencanaan Kebijakan Pembangunan Kesehatan namun kenyataan prevalensi penyakit degeneratif tidak menurun. Dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diketahui perilaku risiko tertinggi terhadap kejadian penyakit degeneratif adalah kurangnya konsumsi sayur dan atau buah sebagai sumber serat. Bekatul merupakan salah satu sumber pangan yang memiliki kandungan serat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan bekatul pada cinnamon fiber biscuit terhadap kandungan serat dan daya terima. Selain itu dalam penelitian ini juga menghitung nilai ekonomi per biskuit untuk tiap formula. Penelitian ini merupakan jenis penelitian factorial design dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Jumlah sampel dalam penelitian ini 4 yaitu formula 1 (tanpa penambahan bekatul), formula 2 (penambahan bekatul 15%), formula 3 (penambahan bekatul 30%) serta formula 4 (penambahan bekatul 45%). Uji organoleptik dilakukan untuk mengetahui daya terima dengan menggunakan panelis yang tidak terlatih dengan berjumlah 50 orang yang merupakan mahasiswa FKM UNAIR. Data yang berhasil dikumpulkan akan diolah menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Wilcoxon Mann Whitney. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan rasa antar formula yang mempengaruhi penerimaan biskuit dengan p<α (p=0,003). Pasangan F1-F2, merupakan pasangan yang tidak memiliki beda daya terima dalam rasa (p=0,066). Kandungan serat F2 adalah sebesar 0,0083 gram/biskuit dengan unit cost sebesar Rp. 91,31/biskuit . Sedangkan kandungan serat F1 adalah sebesar 0,0037 gram/biskuit dengan unit cost sebesar Rp.100,62/biskuit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penambahan bekatul 15% (F2) tidak mempengaruhi penerimaan biskuit tersebut selain itu F2 memiliki kandungan serat lebih tinggi dan unit cost terendah dibandingkan F1. Untuk itu perlu ada penelitian lebih lanjut tentang teknologi baru untuk menghilangkan after taste pada cinnamon fiber biscuit, daya simpan serta pengujian kandungan serat secara laboratorium. Selain itu perlu memperhatikan perbandingan penggunaan lemak nabati dan lemak hewani serta pemilihan tepung terigu yang memiliki kandungan rendah protein. Dengan banyaknya keuntungan yang dimiliki oleh bekatul maka produk tersebut dapat dikembangkan oleh industry rumah tangga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 44/10 Dew m
Uncontrolled Keywords: COOKIES AND NUTRITION
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
GUSTI AYU SETRI RATNA DEWI, 100610032UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, Dr., SKM, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 16 Feb 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 05:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21932
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item