FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CACAT TINGKAT II PADA PENDERITA KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI JAWA TIMUR

TRI PRASTIWI, 100610106 (2010) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CACAT TINGKAT II PADA PENDERITA KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-prastiwitr-14980-kkckkf-k.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-prastiwitr-12506-kkckkf-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini menimbulkan dampak secara medis dan sosial dalam masyarakat. Kecacatan seringkali menjadi dampak secara medis pada penderita kusta. Sedangkan dampak sosial yang terjadi adalah adanya stigma dalam masyarakat serta dukungan keluarga terhadap penderita kusta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara faktor-faktor penyebab dengan cacat tingkat II pada penderita kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri Jawa Timur. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain study case control. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada penderita kusta dengan panduan kuisioner disertai dengan melihat kartu berobat penderita. Sampelnya merupakan semua penderita yang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Kusta dengan diagnosa awal belum mengalami cacat tingkat II dan bukan penderita baru. Sampel kasus merupakan penderita dengan cacat tingkat II berjumlah 51 penderita. Sampel control adalah penderita dengan cacat tingkat I. Variabel yang diteliti dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dengan α 5%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar penderita kusta adalah golongan umur dewasa (88,2%), laki-laki (64,7%), tingkat pendidikan rendah (54,9%), tingkat pengetahuan sedang (61,8%), dukungan keluarga baik (44,1%), dan tidak ada stigma dalam masyarakat (69,6%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara diagnosa dini (OR 8,000 ; CI 2,172-29,461), kepatuhan berobat (OR 3,368 ; CI 1,391-8,155), reaksi (OR 2,884 ; CI 1,282-6,485), luka (OR 8,178 ; CI 2,793-23,944), dan lama sakit (OR 5,018 ; CI 1,692-14,881). Tidak terdapat hubungan antara tipe kusta dengan kecacatan (CI 0,415-5,921). Saran yang dapat direkomendasikan bagi pihak Rumah Sakit adalah dengan memberikan penyuluhan secara lisan, pelatihan perawatan luka, dan memberikan umpan balik kepada Dinas Kesehatan Propinsi untuk menggalakkan upaya pencegahan pada penyakit kusta serta kepada Puskesmas untuk melakukan monitoring kepada penderita kusta diwilayahnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 57/10 Pra f
Uncontrolled Keywords: LEPROSY
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RB Pathology > RB151-214 Theories of disease. Etiology. Pathogenesis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
TRI PRASTIWI, 100610106UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLucia Y. Hendrati, , S.KM, M. KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 21 Feb 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 08:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21943
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item