FORMULASI BISKUIT PREBIOTIK BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA GIZI KURANG

SUNDARI, 00610154 (2010) FORMULASI BISKUIT PREBIOTIK BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA GIZI KURANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sundari-15163-kkckkf-k.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-sundari-12631-kkckkf-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kurang Energi Protein (KEP) pada balita dapat disebabkan oleh asupan yang kurang dan penyakit infeksi. Agar tidak memperparah status gizinya, selain asupan gizi, balita harus memiliki sistem kekebalan tubuh tinggi yang dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi makanan sehat mengandung prebiotik. Sumber prebiotik alami,diantaranya terdapat dalam umbi-umbian. Makanan sehat yang diberikan sebaiknya juga populer dan disukai oleh balita seperti biskuit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya terima, menghitung nilai gizi dan nilai ekonomi, serta mengetahui daya simpan dari biskuit prebiotik berbasis umbi-umbian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilaksanakan dengan rancangan sama subyek tanpa pengulangan. Teknik analisis yang digunakan ada dua yaitu analisis deskriptif terhadap kandungan gizi, nilai ekonomi dan daya simpan biskuit. Serta analisis statistik untuk mengetahui perbedaan daya terima biskuit dengan uji Friedman dan uji Wilcoxon Sign Rank Test pada α=0,05 . Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa biskuit prebiotik yang paling disukai adalah biskuit garut (rata-rata= 3,62) sedangkan yang paling tidak disukai adalah biskuit ganyong (rata-rata=3,01) . Kadar protein tertinggi pada biskuit ubi jalar (15,57%) dan terendah adalah biskuit kontrol (9,07%), kadar lemak tertinggi pada biskuit kontrol (23,20%) dan terendah adalah biskuit garut (19,57%), kadar karbohidrat tertinggi pada biskuit garut (70,15%) dan terendah adalah biskuit ubi jalar (53,05%), kadar energi tertinggi pada biskuit ganyong (396,46 kkal/100 g) dan terendah adalah biskuit ubi jalar (328,92 kkal/100 g). Biaya ekonomi tertinggi adalah biskuit ganyong (Rp. 2.345,98) dan terendah biskuit kontrol (Rp. 1.375,77). Penyimpanan biskuit selama 3 bulan tidak ada perubahan warna, aroma, dan jamur. Hasil uji Friedman menunjukkan ada perbedaan terhadap karakteristik warna (p = 0,015), aroma (p = 0,000), tekstur (p = 0,007), dan rasa (p = 0,001). Biskuit fungsional (biskuit garut) mempunyai daya terima yang baik, kandungan protein tinggi dan berpotensi mengandung prebiotik sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita gizi kurang (KEP).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 67/10 Sun f
Uncontrolled Keywords: MALNUTRITION AND SUPPLEMENTARY FOOD FEEDING
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SUNDARI, 00610154UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAnnis Catur Adi, , Ir., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 24 Feb 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 08:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/21958
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item